LOMBOK – Anggota DPRD Lombok Tengah, H. Ahmad Supli mengaku mendukung wacana pembangunan Komando Daerah Militer (KODAM) di Lombok Tengah.
“Kalau saya setuju berdiri di Lombok Tengah karena tantangan kedepan sangat mengerikan kalau tidak ada lembaga keamanan negara,” katanya kepada jurnalis Koranlombok.id, Kamis 16 Oktober 2025.
Pemkab Lombok Tengah rencana menyiapkan lahan seluas 70 hektare sebagai lokasi tempat dibangunnya KODAM. Tepatnya di sekitar Desa Rembitan, Kecamatan Pujut.
Terkait hal ini, saran politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu agar lokasi dibangun KODAM dibangun harus bukan lahan kawasan pertanian produktif.
“Harus lokasinya di lahan tadah hujan, jangan ambil wilayah perkotaan, jangan. Harusnya Kodam itu lokasinya berhadapan dengan Australia atau daerah selatan sana, jangan daerah produktif, kalau saya setuju banget itu,” katanya.
Soal anggapan koalisi masyarakat sipil dengan adanya sejumlah KODAM baru saat ini tidak relevan lagi dengan kondisi sekarang, slain itu ada kekhawatiran hal tersebut berpengaruh terhadap kehidupan demokrasi masyarakat kedepan.
Ditegaskan Supli, tidak ada pengaruh apapun soal itu karena tentara memang tidak memiliki hak politik namun imbasnya jika KODAM dibangun di Lombok Tengah maka bisa jadi Praya akan menjadi kota madya.
Jika misalnya nanti Praya akan menjadi kota madya, ia akan mengusulkan Kelurahan Leneng sebagai kecamatan baru karena syarat menjadi kota perlu ada tiga kecamatan sebagai wilayah administrasi.
“Nah itu kan jadi dampak politisnya jika ada KODAM,” pungkasnya.(nis)





