Pemkab Lombok Tengah Genjot Penurunan Stunting Melalui Operasi Genting 2025

oleh -840 Dilihat
FOTO ISTIMEWA DISKOMINFO LOMBOK TENGAH / Peserta Operasi Genting 2025 saat serius mendengar sambutan Wakil Bupati Lombok Tengah, Muhammad Nursiah, Selasa 18 November 2025.

 

 

 

LOMBOK – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melakukan penguatan upaya percepatan penurunan stunting melalui kegiatan Operasi Genting 2025. Kegiatan berfokus pada Optimalisasi Pemanfaatan Data Keluarga Risiko Stunting (KRS).

 

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, organisasi perempuan, serta lembaga sosial yang bergerak di isu stunting di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah, Selasa 18 November 2025.

 

Wakil Bupati Lombok Tengah, Muhammad Nursiah menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan strategi komprehensif dan kolaborasi lintas sektor.

 

“Meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat strategi percepatan, serta memastikan kualitas pelayanan kesehatan dan gizi bagi ibu hamil, balita, remaja putri, hingga calon pengantin adalah fondasi yang tidak bisa ditawar,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkab Loteng Sikapi Pengurangan Dana Transfer Pusat 17,1 Persen

 

Nursiah menambahkan, kerjasama tersebut termasuk dengan sektor swasta menjadi instrumen penting menekan angka stunting secara berkelanjutan.

 

Berdasarkan data yang dari Badan Perencanaan, Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Lombok Tengah, tren perubahan angka stunting berdasarkan data SSGI. Lombok Tengah tercatat berada pada 17 persen di tahun 2023, melonjak ke 36 persen pada 2024, dan kembali menurun ke 24,9 persen pada 2025. Sementara itu pencapaian target 10 persen dalam 10 tahun ke depan merupakan tantangan besar yang hanya bisa dijawab melalui kerja bersama.

Baca Juga  SIM Dokter Wisnu Ditemukan, SAR Kembali Turun

 

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Nasrullah menekankan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa remaja. Dirinya juga menyoroti pentingnya konsumsi tablet tambah darah (TTD), pemeriksaan kehamilan minimal enam sekali serta pemantauan tumbuh kembang balita.

 

“Bayi harus mendapatkan ASI eksklusif, anak 6–23 bulan harus menerima MP-ASI yang tepat, dan balita wajib memperoleh imunisasi lengkap. Kita juga mendorong semua desa bebas dari BABS,” katanya.

Baca Juga  KNPI Akan Kawal Pembangunan di Lombok Tengah

 

Nasrullah menegaskan bahwa keberhasilan percepatan penurunan stunting hanya mungkin dicapai dengan partisipasi semua pihak.

 

Malalui pertemuan Operasi Genting 2025 menjadi momentum memperkuat sistem informasi dan koordinasi lintas sektor. Pemanfaatan data KRS dianggap sebagai pijakan penting untuk menentukan intervensi yang tepat dan menyeluruh pada setiap keluarga berisiko.

 

Dengan keterlibatan OPD, puskesmas, pemerintah desa, kader posyandu, hingga organisasi perempuan, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah optimistis bahwa target jangka panjang untuk menekan prevalensi stunting secara signifikan dapat tercapai.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.