BGN Dukung Masyarakat Laporkan Menu MBG yang Janggal

oleh -777 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Ini dua wanita asal Desa Ketara, Pujut yang menjadi terlapor kasus pencemaran nama baik atas postingan menu MBG yang ditemukan belatung di media sosial.

 

 

LOMBOK — Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Lombok Tengah, Muhammad Ihsan mempersilakan masyarakat melaporkan apabila menemukan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak sesuai atau janggal di lapangan.

Pernyataan itu disampaikan menyusul adanya laporan dari SPPI pada Satuan Penyaluran Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Ketara, Kecamatan Pujut kepada polisi. Dimana dua orang wanita asal Desa Ketara dilaporkan ke polisi karena mempostingkan menu MBG yang ada belatung di media sosial facebook.

 

Menurut Ihsan, persoalan tersebut telah disampaikan kepada pimpinan di tingkat provinsi maupun pusat. Saat ini pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari atasan.

Baca Juga  Delapan Dusun di Selong Belanak Diterjang Banjir, Satu Orang Sempat Hanyut

 

 

“Pada intinya semua bisa melaporkan jika ada temuan, baik masyarakat maupun media, agar menjadi bahan evaluasi dapur. Tidak harus langsung melaporkan ke aparat penegak hukum,” kata Ihsan kepada media, Rabu 1 April 2026.

 

Dia menegaskan, masyarakat juga diperbolehkan melaporkan temuan tersebut kepada koordinator wilayah maupun pihak SPPG. Bahkan, jika temuan itu disampaikan melalui media sosial juga tidak menjadi persoalan selama memiliki bukti.

 

 

Menurut dia, laporan masyarakat sangat penting karena dapat membantu proses evaluasi terhadap kualitas makanan yang disediakan dalam program tersebut.

Baca Juga  Lapor Balik, Terlapor Bantah Setubuhi Siswi SLB di Praya Tengah

 

“Kalau masyarakat diam, kami juga akan kesulitan melakukan evaluasi. Justru sangat bagus jika masyarakat melapor karena mereka juga menjadi pengawas di lapangan dan membantu pekerjaan Badan Gizi Nasional,” katanya.

 

Ihsan menegaskan pihaknya mendukung masyarakat yang melaporkan apabila menemukan menu yang tidak sesuai, basi, atau bahkan terdapat belatung.

 

“Kami berterima kasih kepada masyarakat karena tanpa laporan dari masyarakat, kami mungkin tidak mengetahui temuan-temuan tersebut,” ucapnya.

Terkait adanya dugaan sabotase terhadap menu MBG, Ihsan menyebut jika pihak SPPG atau mitra memiliki dugaan tersebut. Mereka dipersilakan melaporkannya kepada pihak berwajib. Namun laporan itu harus disertai bukti yang kuat.

Baca Juga  Aik Berik Masuk 50 Desa Wisata Terbaik 2024, Menparekraf Turun Cek Lokasi

 

“Ketika SPPG atau mitra menganggap sesuatu itu sabotase, buktinya apa,” ujarnya.

 

 

Dia menambahkan, pihaknya bersama kepala regional juga akan memanggil kepala SPPG tersebut  untuk meminta klarifikasi dan keterangan terkait persoalan tersebut.

 

Sebelumnya, kata Ihsan, pihaknya telah memanggil sejumlah pihak, mulai dari SPPI, kepala regional, koordinator wilayah hingga mitra melalui komunikasi WhatsApp maupun panggilan group. Dalam pertemuan tersebut, mitra mengakui bahwa menu yang dipersoalkan memang ditemukan berulat.(hil)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.