LOMBOK — Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Lombok Tengah, Muhammad Ihsan mempersilakan masyarakat melaporkan apabila menemukan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak sesuai atau janggal di lapangan.
Pernyataan itu disampaikan menyusul adanya laporan dari SPPI pada Satuan Penyaluran Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Ketara, Kecamatan Pujut kepada polisi. Dimana dua orang wanita asal Desa Ketara dilaporkan ke polisi karena mempostingkan menu MBG yang ada belatung di media sosial facebook.
Menurut Ihsan, persoalan tersebut telah disampaikan kepada pimpinan di tingkat provinsi maupun pusat. Saat ini pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari atasan.
“Pada intinya semua bisa melaporkan jika ada temuan, baik masyarakat maupun media, agar menjadi bahan evaluasi dapur. Tidak harus langsung melaporkan ke aparat penegak hukum,” kata Ihsan kepada media, Rabu 1 April 2026.
Dia menegaskan, masyarakat juga diperbolehkan melaporkan temuan tersebut kepada koordinator wilayah maupun pihak SPPG. Bahkan, jika temuan itu disampaikan melalui media sosial juga tidak menjadi persoalan selama memiliki bukti.
Menurut dia, laporan masyarakat sangat penting karena dapat membantu proses evaluasi terhadap kualitas makanan yang disediakan dalam program tersebut.
“Kalau masyarakat diam, kami juga akan kesulitan melakukan evaluasi. Justru sangat bagus jika masyarakat melapor karena mereka juga menjadi pengawas di lapangan dan membantu pekerjaan Badan Gizi Nasional,” katanya.
Ihsan menegaskan pihaknya mendukung masyarakat yang melaporkan apabila menemukan menu yang tidak sesuai, basi, atau bahkan terdapat belatung.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat karena tanpa laporan dari masyarakat, kami mungkin tidak mengetahui temuan-temuan tersebut,” ucapnya.
Terkait adanya dugaan sabotase terhadap menu MBG, Ihsan menyebut jika pihak SPPG atau mitra memiliki dugaan tersebut. Mereka dipersilakan melaporkannya kepada pihak berwajib. Namun laporan itu harus disertai bukti yang kuat.
“Ketika SPPG atau mitra menganggap sesuatu itu sabotase, buktinya apa,” ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya bersama kepala regional juga akan memanggil kepala SPPG tersebut untuk meminta klarifikasi dan keterangan terkait persoalan tersebut.
Sebelumnya, kata Ihsan, pihaknya telah memanggil sejumlah pihak, mulai dari SPPI, kepala regional, koordinator wilayah hingga mitra melalui komunikasi WhatsApp maupun panggilan group. Dalam pertemuan tersebut, mitra mengakui bahwa menu yang dipersoalkan memang ditemukan berulat.(hil)





