Penulis: Noviana Adriyanti / Mahasiswa UIN Mataram
REMAJA masa kini hidup di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat. Kehadiran media sosial, internet, dan berbagai platform digital telah membuka ruang yang luas bagi mereka untuk mengekspresikan diri. Banyak remaja memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kreativitas melalui karya seni, video edukasi, musik, fotografi, desain grafis, hingga usaha kecil berbasis digital. Fenomena ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi pribadi yang inovatif dan produktif.
Di satu sisi, kreativitas remaja patut diapresiasi karena mampu menghasilkan karya yang bernilai. Banyak pelajar yang berhasil membuat konten pembelajaran, bisnis online, bahkan inovasi sederhana yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Mereka tidak hanya menjadi penikmat teknologi, tetapi juga pencipta ide-ide baru. Kondisi ini membuktikan bahwa remaja masa kini sebenarnya memiliki kemampuan untuk berkembang lebih maju dibandingkan generasi sebelumnya. Dengan dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial yang positif, potensi tersebut dapat diarahkan menjadi prestasi yang membanggakan.
Namun, di sisi lain, tidak sedikit remaja yang lebih memilih mengikuti tren tanpa mempertimbangkan dampaknya. Mereka sering meniru gaya berpakaian, cara berbicara, atau perilaku yang sedang viral di media sosial hanya demi mendapatkan pengakuan dari teman sebaya. Kebiasaan ikut tren secara berlebihan dapat membuat remaja kehilangan jati diri. Mereka cenderung lebih fokus pada penampilan luar daripada pengembangan kemampuan yang sesungguhnya. Akibatnya, waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar dan berkarya justru habis untuk mengejar popularitas semu.
Fenomena ini perlu menjadi perhatian bersama. Orang tua dan pendidik memiliki peran penting dalam membimbing remaja agar mampu memilih tren yang positif serta tetap mengutamakan nilai-nilai moral. Remaja juga perlu dibiasakan untuk berpikir kritis sebelum mengikuti sesuatu yang sedang populer. Tidak semua tren memberikan manfaat, bahkan beberapa di antaranya dapat membawa pengaruh buruk terhadap pola pikir dan perilaku.
Pada akhirnya, remaja masa kini memiliki dua pilihan besar, yaitu menjadi generasi yang kreatif berkarya atau sekadar menjadi pengikut tren. Pilihan tersebut sangat bergantung pada kesadaran diri dan lingkungan yang membentuk mereka. Jika kreativitas lebih diutamakan, remaja akan tumbuh menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat. Sebaliknya, jika hanya sibuk mengikuti tren, mereka berisiko kehilangan potensi terbaik dalam dirinya. Oleh karena itu, remaja harus berani menjadikan tren sebagai inspirasi untuk berkarya, bukan sekadar ajang ikut-ikutan.






