LOMBOK – Masih ingat anda proyek pembangunan rumah mutiara indonesia (RMI) berada di Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah tahun 2012. Pembangunan menelan anggaran Rp 5 miliar bersumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, sekarang bangunan megah depan Bandara Internasional Lombok tersebut sudah sekian tahun tidak berfungsi. Bangunan ini seperti rumah “hantu”.
Pantauan jurnalis Koranlombok.id pada Jumat, 26 Juni 2026 sekitar pukul 09.00 Wita, bangunan tersebut terlihat seperti rumah “hantu”. Atap bangunan sudah kehilangan banyak komponen, sementara sebagian besar keramik lantai terlepas dan pecah-pecah. Halaman depan hingga belakang dipenuhi tumbuhan liar.
Ditemui seorang warga sekitar, Amaq Kiah menceritakan bahwa bangunan RMI ini sempat beroperasi selama kurang lebih 1 tahun pada masa pandemi Covid-19. Namun, karena tidak berjalan sesuai rencana, operasional akhirnya terpaksa dihentikan.
“Bangunan ini diperuntukkan sebagai tempat menjual mutiara. Memang sempat berjalan beberapa tahun, kemudian berhenti,” ungkapnya.
Amaq Kiah menuturkan, setelah sempat terhenti bangunan RMI tersebut pernah difungsikan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 sekitar tahun 2020 hingga 2021. Selain itu, bangunan tersebut juga pernah digunakan sebagai kantor sementara ITDC beberapa tahun sebelum kantor permanennya selesai dibangun di Kuta, Mandalika. Sejak 2022 hingga 2026, bangunan tersebut sudah tidak lagi digunakan.
“Setelah itu bangunan tidak pernah dipakai,” katanya.
Ia menyampaikan, bangunan RMI merupakan aset milik Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Amaq Kiah mengungkapkan banyak komponen bangunan yang hilang, mulai dari besi, atap, hingga bagian lainnya yang diduga dicuri oleh orang tidak bertanggung jawab.
“Pernah dulu pihak Dinas Kelautan datang untuk mengecek, tetapi saat itu sudah banyak komponen yang hilang,” ceritanya.
Kendati demikian, menurut dia, saat masih beroperasi RMI cukup ramai dikunjungi pembeli. Namun hanya berlangsung sebentar dan terkendala tidak terjalinnya kerja sama dengan travel.(hil)






