LOMBOK — Forum Siswa Desa Selebung Madani (FORSISMA) bersama para Penerima Beasiswa Madani mengambil inisiatif menambal jalan rusak kabupaten di Desa Selebung Madani, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat 27 Juni 2026.
Jalan ini merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Selebung Madani dengan kawasan wisata Aiq Bukaq di Kecamatan Batukliang Utara. Titik kerusakan berada tepat di depan Madrasah Rabithatussa’adah Lendang Tengah dan telah dikeluhkan masyarakat selama bertahun-tahun.
Meski sebelumnya sempat dilakukan penambalan oleh Pemerintah Desa Selebung, kondisi jalan kembali rusak. Saat ini terdapat sedikitnya delapan titik lubang dengan diameter sekitar setengah meter yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
“Berulang kali terjadi kecelakaan di lokasi ini. Karena itu kami berinisiatif menambalnya menggunakan dana pribadi. Terus terang kami juga belum memahami bagaimana mekanisme pelaporan ke pemerintah daerah agar penanganannya bisa lebih cepat,” kata Ketua FORSISMA Desa Selebung Madani, Fikri.
Sementara, Penerima Beasiswa Madani, Hilal, mengatakan bahwa kondisi jalan tersebut sudah lama meresahkan warga. Ia bersama sepuluh penerima beasiswa lainnya menyisihkan sebagian dana beasiswa yang diterima dari Pemerintah Desa Selebung Madani untuk membeli material penambalan.
“Kondisi jalan ini sudah sangat meresahkan. Karena itu kami menyisihkan sebagian uang beasiswa yang kami terima dari pemerintah desa agar bisa ikut membantu memperbaikinya,” kata Hilal.
Ketua Karang Taruna Desa Selebung Madani, Tomi Hasan Basri turut menyoroti lambannya penanganan jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. Menurut Tomi, pemerintah memiliki kewenangan dan anggaran yang jauh lebih memadai sehingga persoalan tersebut seharusnya dapat segera diselesaikan.
“Jika anak-anak SMA saja mampu bergerak dengan segala keterbatasan yang mereka miliki, tentu pemerintah daerah yang memiliki kewenangan dan anggaran semestinya dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap keselamatan masyarakat. Cukup dengan satu instruksi dari para pemangku kebijakan, persoalan ini seharusnya dapat segera diselesaikan,” katanya.
Kepala Desa Selebung Madani, Agus Kusumahadi mengapresiasi inisiatif para pelajar dan penerima beasiswa yang telah menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.
“Saya bangga melihat ketulusan dan kepedulian mereka. Mereka tidak menunggu siapa pun untuk memulai kebaikan. Mereka membuktikan bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah generasi muda,” ungkap Agus.
Aksi gotong royong ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak selalu harus menunggu kewenangan. Di tengah keterbatasan yang dimiliki, para pelajar dan penerima beasiswa mampu menghadirkan solusi nyata demi keselamatan masyarakat. Mereka pun berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan permanen agar jalan tersebut kembali aman dan tidak lagi memakan korban.(red)





