LOMBOK – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Ridwan Mak’ruf mengungkapkan penyebab pihaknya lamban melakukan distribusi air bersih ke masyarakat.
Salah satu penyebabnya, sejak lama BPBD tidak memiliki armada truck tangki air. Sehingga pihaknya terkadang harus pinjam milik Pemerintah Provinsi NTB.
“Kan tau sendiri kami tidak punya truck tangki kan, kalau kita punya masyarakat tak perlu lama menunggu begitu ada surat masuk kita akan kirimkan. Dari Desa Batunyala juga sudah ada permintaan ini,” ungkap Ridwan kepada jurnalis koranlombok.id, Rabu (21/8/2024).
Sementara itu terkait waktu penyaluran air bersih ke masyarakat terpaksa harus bergiliran. Selama ini pihaknya mengandalkan armada truck tangki air milik PDAM.
“Kalau ada permintaan penyaluran air bersih bertambah, kami BPBD berencana akan pinjam truck tangki milik Pemprov NTB,” katanya.
Disamping itu, permintaan penyaluran air bersih pada musim kemarau kali ini tidak sebanyak pada tahun 2023. Kendati demikian, pihaknya dibantu armada truck tangki milik Perumda Tirtha Ardhia Rinjani telah mendistribusikan bantuan air bersih ke 15 dusun di Desa Batu Tulis, Kecamatan Jonggat. Begitu juga di Desa Pengembur Kecamatan Pujut dan Desa Jero Puri, Kecamatan Timur.
“Tidak separah tahun lalu, walaupun Pemprov NTB sudah menyatakan sejak Juli kekeringan,” tuturnya.
Ridwan mengungkapkan, ketersediaan sumber air selalu tersedia. BPBD juga sudah menjadwalkan penyaluran hingga bulan September 2024.
“Kalau stok air bersih masih aman kok,” katanya.(nis)





