LOMBOK – Anggota badan anggaran (Banggar) DPRD Lombok Tengah, Ahmad Rifa’I mendukung rencana pemerintah kabupaten melakukan pinjaman sebesar Rp 200 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Menurut dia, ini sebagai solusi keluhan masyarakat soal kondisi infrastruktur jalan.
Diketahui jalan kabupaten yang telah kondisi mantep 75 persen dan tinggal 25 persen yang kondisi rusak parah atau sekitar 160 kilometer, politikus PKS berharap dengan pinjaman tersebut bisa sekaligus digunakan untuk penuntasan perbaikan jalan tersebut.
“DPRD mendorong kalau bupati serius, kalau usul saya selesaikan saja semua perbaikan jalan itu biar kita bisa mengurus yang lain, karena itu saja setiap tahun menjadi keluhan,” ungkapnya kepada media, Jumat 21 Agustus 2026.
Sebelumnya dalam pembahasan rencana untuk melakukan angkat utang kata Rifai, sempat disampaikan Pemda saat rapat antara Pemda dan Banggar terkait Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA – PPAS) 2027 dan hal tersebut telah disetujui oleh DPRD.
Sementara itu soal beban utang sebelumnya sekitar Rp 113 miliar, Rifa’i berharap nanti ada kompensasi diberikan dan selama dua atau tiga tahun mendatang pembayaran utang tersebut masih bisa dipikirkan.
Sedangkan terkait wacana perbaikan jalan kabupaten menggunakan dana program pokok pikiran anggota dewan, katanya ini merupakan hal yang lucu karena kualitas material sangat jauh untuk jalan hotmix.
“Kan nggak masuk akal kalau jalan hotmix lewat aspirasi kita yang memang untuk pengaspalan biasa, gimana rupanya kalau hanya ditambal aspal begitu,” tegas dia.
Sementara itu sejumlah perbatasan antara Lombok Tengah dan daerah lainnya kondisi jalan diungkapkan Rifa’i rusak parah. Salah satunya ruas jalan Desa Saba menuju perbatasan Sakra, Lombok Timur yang sudah lama diusulkan tapi sampai saat ini belum kunjung diperbaiki.(nis)






