Ratusan Santri Dipulangkan Pasca Terbongkar Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

oleh -699 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Wali santri saat menjemput anak mereka dari Asrama Ponpes Abul Barokat Wanafahat NWDI, Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat.

 

 

LOMBOK – Ratusan wali santri menjemput anak mereka dari Asrama Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wanafahat NWDI di Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah menyusul pemberitaan dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan pimpinan Ponpes.

 

Seorang wali santri, Ismail mengaku menjemput putranya di Kelas XI Madrasah Aliyah karena khawatir dengan kabar yang santer mencuat saat ini. hal ini dapat mengganggu psikologis dan proses belajar anaknya.

Baca Juga  Gerindra Lombok Tengah Siapkan Pengganti Muhiban

 

“Saya khawatir mental dan psikologis anak jadi terganggu, kalau masalah dipindahkan atau tidak nanti kita lihat dulu perkembangan dari kabar ini, mudahan tidak benar,” ungkapnya kepada Koranlombok.id, Selasa 22 September 2026.

Ismail menyampaikan, nanti ia akan meminta putranya untuk belajar sementara waktu di rumah. Sementara barang yang akan dibawa pulang berupa buku, kitab – kitab dan pakaian. Ia berharap atas masalah ini ada klarifikasi dari pimpinan Ponpes.

Baca Juga  MBG Dihentikan, Dewan Supli Minta Kementerian Agama Koordinasi dengan BGN

 

Hal yang sama dikatakan Susanti, dia menjemput putrinya yang masih duduk di Kelas XI MA karena merasa khawatir atas tindakan dugaan pelecehan seksual.

 

“Khawatir, shock banget, wali santri jadi trauma,” katanya.

 

Setelah ini, dia mempersilakan anaknya memilih lembaga pendidikan tempat belajar selanjutnya demi masa depan putrinya.

 

Di tempat yang sama, Ketua Komite Yayasan Ponpes Abul Barokat Sahman menegaskan pihaknya terpaksa memperbolehkan para santri untuk pulang karena kondisi sekarang ini.

Baca Juga  22 Rekening Penerima Bansos di Lombok Tengah Terindikasi Judi Online

“Kita batasi sampai hari Kamis,” katanya

Jumlah santri di Ponpes ini sekitar 800 orang. Santri berasal dari Lombok, NTT hingga Kalimantan. Sementara alasan para wali santri memulangkan anaknya, ia enggan mau menjawab.

“Saya tidak berani menanggapi, saya merasa percaya dan tidak lah seperti itu, kami menanggapi gejolak biar kondisi lebih baik,” pungkasnya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.