LOMBOK – Sopir pribadi eks Pimpinan Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat NWDI Bunkate, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, inisial M diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual kepada santriwati.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram, Joko Jumadi mengungkapkan bahwa M diduga besar terlibat dalam kasus pelecehan seksual.
Diceritakan Joko, dari hasil pendalaman keterangan para korban, arah penyelidikan kini tidak hanya tertuju pada satu terduga pelaku utama (Abah). Sekarang keterangan korban muncul dua nama terduga pelaku. M merupakan salah seorang ustad sekaligus pengajar ilmu bela diri silat di lingkungan pondok pesantren.
“M terlibat dalam kasus pelecehan seksual dengan iming-iming latihan silat. Setidaknya sampai hari ini ada total sekitar 16 korban yang sudah berani speak up. Dari alat bukti yang diterima tidak hanya Abah saja melainkan juga oknum ustad yang bermodus latihan silat. Tapi, melatih silat sambil pegang -pegang,” tambahnya.
Joko mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah korban terdata mencapai 16 orang. Dari keseluruhan laporan tersebut, 12 korban di antaranya telah menjalani pemeriksaan resmi di Polresta Lombok Tengah.
“Kemarin update hari Sabtu itu ada 15 korban. Tadi malam ada satu lagi yang menghubungi kami dan menyatakan diri sebagai korban, sehingga total sampai hari ini ada 16 korban,” pungkasnya.(hil)







