LOMBOK – Juru Bicara Fraksi Partai Gerindra, Mustamin Hafifi meminta Pemda Lombok Tengah secara khusus memberikan atensi pada tingginya tingkat pengangguran terbuka (TPT) dengan cara melakukan pelatihan dan pembinaan keterampilan yang mumpuni agar tenaga kerja lokal dapat terserap di pasar kerja.
Lebih lanjut Fraksi Gerindra meminta penjelasan Pemda terkait anggaran yang disiapkan untuk penanganan pengangguran terbuka. Hal ini disampaikannya pada sidang paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi atas rancangan perubahan APBD 2026 pada Senin, 14 September 2026.
“Jika demikian kondisinya berapa anggaran yang disiapkan mohon penjelasannya,” ucapnya.
Sementara itu Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri menjawab pandangan umum tersebut dan mengatakan pihaknya akan mengalokasikan anggaran melalui Dinas Tenaga Kerja untuk mendukung kegiatan job fair.
“Serta difokuskan pula melalui program vokasi, sertifikasi kompetensi, dan pelatihan kewirausahaan agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja lokal maupun KEK Mandalika,” ucapnya pada sidang paripurna penyampaian pandangan umum Pemerintah Daerah atas pembahasan perubahan APBD 2026, Rabu 16 September 2026.
Sementara itu dalam penyampaian tersebut hal lain yang akan dilakukan oleh Pemda ungkapnya, yakni dengan memberikan pelatihan kurasi produk ekonomi kreatif dan tenun atau kerajinan lokal agar mampu menembus pasar ritel dan perhotelan di KEK Mandalika.
“Penguatan kapasitas desa wisata penyangga (hinterland) di sekitar Mandalika sebagai tempat penyerapan wisatawan alternatif sehingga perputaran ekonomi tersebar merata,” ucapnya.(nis)





