LOMBOK – Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) dalam penyampaian pandangan umum terkait rancangan perubahan APBD 2026, mereka menyoroti progres kerja yang sangat lambat dalam pelaksanaan program karena Pemda cenderung menumpuk pekerjaan menjelang akhir tahun.
Juru Bicara Fraksi Partai NasDem Wirman Hamzani mendorong pengoptimalan pelayanan publik juga bersinergi dengan Pemerintah Desa dan setiap kecamatan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti pengadaan penerangan jalan serta pengelolaan sampah.
Selain itu pihaknya juga mendorong kemajuan teknologi agar dimanfaatkan dengan baik dalam melakukan pekerjaan pelayanan publik yang lebih mudah oleh setiap OPD.
“Kami betul-betul mendorong hal ini diprioritaskan,” ucapnya pada sidang paripurna yang digelar pada Senin, 14 September 2026.
Sementara itu Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri dalam penyampaian pandangan Pemda Lombok Tengah terkait rancangan perubahan APBD 2026 mengatakan berkaitan dengan progres kerja pelaksanaan program atau kegiatan yang dianggap masih terkesan lambat dan penumpukan pekerjaan menjelang akhir tahun, bahwa pemerintah daerah terus melakukan evaluasi secara berkala.
“Terkait progres pelaksanaan setiap program atau kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing perangkat daerah, senantiasa mendorong kedisiplinan dan percepatan tahapan pengadaan barang atau jasa di setiap perangkat daerah agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan tepat waktu dan terhindar dari penumpukan pekerjaan di akhir tahun,” ucapnya pada Rabu, 16 September 2026 .
Sementara itu terkait dengan layanan publik seperti kebutuhan penerangan jalan di tingkat dusun dan penanganan permasalahan persampahan khususnya di wilayah Kota Praya ungkapnya Pemda terus berupaya melalui berbagai perangkat daerah terkait serta bersinergi dengan pihak Pemdes sebagai bentuk upaya peningkatan dan perluasan akses infrastruktur dasar bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah terus mengoptimalkan penyediaan fasilitas pengelolaan sampah perkotaan termasuk upaya memenuhi harapan penambahan depo TPS secara bertahap,” ucapnya.
Selanjutnya berkaitan dengan pemanfaatan kemajuan teknologi khususnya pada perangkat daerah yang memiliki tugas terkait PAD, ungkap Bupati pendekatan penggunaan teknologi sebenarnya sudah dimulai, diantaranya melalui aplikasi Mata Lapak, pembayaran dan pelaporan pajak daerah dapat dengan lebih mudah. Sebagian besar jenis pajak daerah bisa diakses melalui aplikasi tersebut.
“Pemerintah daerah melalui Badan Pendapatan Daerah saat ini gencar mensosialisasikan ke para wajib pajak agar menggunakan aplikasi Mata Lapak tersebut dalam mengurus kewajiban perpajakannya,” pungkasnya.(nis)





