Diduga Terbakar, Seorang Wanita di Selebung Ditemukan Hanya Tersisa Kakinya

oleh -37 Dilihat
ILUSTRASI

 

 

LOMBOK – Peristiwa tragis menimpa seorang wanita berinisial M (57) warga Dusun Lendang Paok, Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Wanita ini ditemukan meninggal dunia dalam keadaan mengenaskan di belakang rumahnya jelang waktu Magrib pada Selasa, 6 Oktober 2026. Korban ditemukan dengan seluruh tubuh hangus terbakar dan hanya menyisakan salah satu bagian kaki belum gosong.

 

 

 

Kepala Desa Selebung, Agus Kusuma Hadi saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa itu. Agus mengatakan bahwa berdasarkan informasi  awal yang diperoleh dari anak korban, Suhaini. Dimana korban pada siang hari melakukan aktivitas pembakaran sampah berupa dedaunan kering di area pekarangan belakang rumah yang dipenuhi pepohonan dan rumpun bambu.

Baca Juga  Emil Audero Diberikan Keris Oleh Bupati dan Ketua KONI Lombok Tengah

 

 

“Di belakang rumah itu memang banyak pepohonan dan daun kering. Kemungkinan karena cuaca panas dan terik, api menyebar sangat cepat hingga ke areal pohon bambu dan mungkin yang bersangkutan panik,” kata Kades Selebung.

 

Agus menambahkan, saat kejadian tidak ada anggota keluarga yang menemani korban di lokasi. Keberadaan korban baru disadari saat pihak keluarga mencari korban yang tak kunjung kelihatan hingga menjelang Magrib.

Baca Juga  Vila Tak Berizin di Mandalika Bukan 200 Tapi 128, Pemiliknya Sulit Ditemukan

 

Kades menegaskan bahwa selama ini keluarga korban tidak pernah memiliki riwayat konflik atau masalah dengan pihak mana pun.

“Secara pribadi saya berkeyakinan ini murni musibah atau kecelakaan. Apalagi korban memiliki riwayat penyakit stroke ringan dan kondisi fisiknya saat berjalan memang tidak stabil dan terkait spekulasi dan isu yang beredar di masyarakat mengenai dugaan adanya unsur kesengajaan, agar kita tidak berspekulasi berlebihan,” tegas Kades.

Baca Juga  Palsukan Ijazah Paket C, Anggota Dewan Lombok Tengah Nursa’i Diberhentikan

 

Meski demikian, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian. Saat ini jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk menjalani proses autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi oleh tim kepolisian. Kita menghormati seluruh proses hukum dan berharap autopsi bisa segera selesai agar jenazah dapat segera dimakamkan sesuai tata cara agama Islam,” pungkasnya.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.