LOMBOK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah menggelar kemah budaya di Taman Tonjeng Beru, Bendungan Batujai Jumat, 19 sampai dengan Minggu, 21 Desember 2025.
Pamong Budaya Ahli Muda Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah, Mulyadi mengatakan dalam kegiatan ini untuk mengenalkan kebudayaan lebih dalam kepada generasi muda dan pada acara tersebut diikuti oleh 150 pelajar tingkat SMA dan sederajat di Lombok Tengah.
“Karena kegiatannya selain ada workshop juga ada pagelaran, jadi apa yang disampaikan materinya nanti mereka akan tampil di sini ada selain ada teater ada musik dan kuliner tradisional akan dipraktekan,” katanya.
Kemudian nanti pada hari terakhir para pelajar akan diajak mengunjungi cagar budaya yang ada di Lombok Tengah seperti, Masjid Rembitan, Gunung Pujut dan Makam Ketak.
Mulyadi berharap kegiatan yang pertama kali digelar dapat menjadi agenda tahunan untuk mengenalkan kepada para pemuda di Lombok Tengah.
Dimana latar belakang Dikbud dan Dewan Kebudayaan Daerah Lombok Tengah menggelar acara tersebut berawal dari keprihatinan soal pelaku budaya dan kesenian yang rata-rata hanya ditekuni oleh generasi yang sudah sepuh.
“Kalau siswa-siswi sebenarnya kan tergantung dari arahan sekolah, Dewan Kebudayaan Daerah hadir agar bisa mendukung sekolah mengenalkan budaya, selama ini kan penggunaan pakaian adat sudah jalan termasuk kuliner dan seni pertunjukan sudah jalan tinggal bagaimana ini bisa lebih luas,” katanya.
Dikbud dan Dewan Kebudayaan Daerah juga sudah menyusun buku teks sebagai bahan ajar pelajaran muatan lokal untuk jenjang kelas tiga SD sampai kelas tiga SMP.
Dengan demikian, diharapkan bahan ajar tersebut dimasukan sebagai kurikulum pendidikan, mengingat sebelumnya pembuatannya dilandasi oleh Peraturan. Bupati Loteng soal pendidikan muatan lokal.
Sementara, Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Lombok Tengah, Syahirul Alim mengatakan konsep acara tersebut mengacu pada Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang sepuluh objek pemajuan kebudayaan (OPK) yakni, manuscript, seni, bahasa, sastra lisan, permainan tradisional, olahraga tradisional, makanan tradisional serta cagar budaya dan demografi.
Ia berharap nantibya setelah mengikuti kemah budaya tersebut anak – anak muda mulai bangga dengan kebudayaan sasak. Selain itu mereka diharapkan menjadi duta kebudayaan di masing masing wilayah mereka.
Kegiatan tersebut ucapnya dibuat sebaik mungkin bagaimana anak muda dapat tertarik, dalam kegiatan itu juga turut mengundang Indra Sasak selaku konten kreator.
“Sejumlah kegiatan edukasi akan disesuaikan juga dengan bakat minat mereka, mulai dari sastra lisan nanti diajarkan nembang, pengetahuan tradisional itu kuliner dan akan diperkenalkan makanan suku sasak dan langsung praktek, musik nanti diajarkan cilokaq, begitu juga tari, puisi dan teater,” bebernya.(nis)





