Fraksi NasDem Bicara Perputaran Ekonomi MotoGP 5 Triliun dan Wajah Kota Praya

oleh -767 Dilihat
FOTO DIKI WAHYUDI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Dari tribun penonton MotoGP tahun 2024.

 

 

LOMBOK – Juru Bicara Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) DPRD Lombok Tengah, Muhammad Saleh menyebut angka yang besar di telinga publik dampak dari event MotoGP Mandalika 2026. Ini akan membuat ekspektasi masyarakat menjadi besar bahwa Lombok Tengah mempunyai pendapatan yang cukup untuk melakukan pembangunan.

 

Kata Saleh, ditengah harapan publik tersebut pihaknya belum mendengar pemerintah menyampaikan laporan secara jelas tentang bagaimana dampak MotoGP terhadap potensi ekonomi dan pembangunan daerah selanjutnya. Selain juga sektor pertanian, UMKM, perdagangan, jasa, perikanan, ekonomi kreatif, dan investasi pun menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga  Tuduhan Program Fiktif di Dispora, Begini Reaksi DPRD Lombok Tengah

 

 

“Ini kami sampaikan kembali mengingat penyampaian pemerintah pada waktu sebelumnya, bahwa ini terkait dengan keselarasan sudut pandang pemerintah daerah dalam melihat besarnya potensi Mandalika sebagai kawasan ekonomi khusus dalam memperkuat posisi daerah pada peta pariwisata nasional maupun internasional,” katanya dalam sidang paripurna pada Senin, 19 Oktober 2026.

Baca Juga  Bang Zul-Abah Uhel Klaim Dapat Dukungan 86 Persen dari Masyarakat NTB

 

Kata Saleh, ada sebuah sindiran menohok dalam helatan MotoGP 2026 ini, bahwa Lombok Tengah tidak cocok sebagai tempat karnaval MotoGP. Terkait hal ini, bukan hanya sekadar lelucon, namun lebih kepada kritik bagaimana merawat sebuah kota.

 

Maka dari itu, Fraksi Partai NasDem memandang bahwa Kota Praya mau tidak mau mesti mendapat atensi lebih sebagai simbol daerah dalam etalase pembangunan Lombok Tengah baik dari segi SDM maupun infrastruktur.

Baca Juga  Penyandang Disabilitas Dianaktirikan, Komisi IV Panggil Kadis Sosial Loteng

 

“Kondisi ibukota Lombok Tengah, Praya yang masih berjibaku dengan tata ruang dan sampah seakan hanya menjadi diskusi agenda tahunan semata. Banjir hanya dibicarakan saat musim hujan, saat musim kemarau yang mestinya menjadi saat untuk berpikir dan bertindak tentang pencegahan banjir tetap malah dilupakan. Itu hanya satu contoh saja,” sentilnya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.