Didemo, Kepala SMAN 1 Praya Tengah Didesak Mundur

oleh -3394 Dilihat
FOTO ISTIMEWA KORANLOMBOK.ID Puluhan siswa SMAN 1 Praya Tengah saat melakukan aksi di halaman sekolah, Rabu pagi (31/5/2023).

LOMBOK – Puluhan siswa SMAN 1 Praya Tengah melakukan aksi demo di lingkungan sekolah setempat, Rabu pagi (31/5/2023). Siswa mendesak kepala sekolah mundur dari jabatannya. Aksi ini buntut dari kasus bully kepada siswa inisial F diduga dilakukan kepala sekolah H. Amrullah, Jumat (19/5/2023). Kasus ini terjadi saat kegiatan literasi.

 

Wakil Kepala SMAN 1 Praya Tengah Bidang Sarana, Nur Farid Ma’ruf membenarkan adanya siswa demo. Mereka membawa dan menempelkan pamflet berisi protes ke ruangan kepala sekolah.

Baca Juga  Pelajar Wanita Tewas Ditabrak Dump Truk di Depan Sirkuit Mandalika

“Kami pikir sudah adem ayem aspirasi mereka beberapa waktu lalu kan sudah disampaikan, dari dinas dan pengawas provinsi kan sudah turun kita tinggal menunggu keputusan terkait masalah ini,” terangnya singkat saat dikonfirmasi.

Dari aksi lanjutan oleh siswa ini, ia mengimbau kepada siswa untuk tidak anarkis dalam menyampaikan aksinya. Sementara Kepala SMAN 1 Praya Tengah, H. Amrullah yang hendak dikonfirmasi tidak ada di sekolah. Informasinya kepala sekolah sedang menghadiri rapat di luar.

Baca Juga  Ricuh Lagi, Polisi Akan Tutup Peresean Bupati Cup Lombok Tengah

 

Sementara sebelumnya, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Lombok Tengah, H. Amir angkat bicara terkait kasus bully kepada siswa ini. menurutnya, selaku guru tidak boleh bersikap arogan dan emosional, mestinya memposisikan diri sebagai pendidik, juga sebagai orang tua dan kawan siswa.

“Jadi kita harus bijaksana dan harus menguasai psikologi perkembangan, karena di usia SMA itu kita harus berteman dengan siswa,” kata Amir.

Baca Juga  Pilu! Nakes PPPK Paruh Waktu Lombok Tengah Digaji 200 Ribu Per Bulan

Dia mengatakan seorang guru tidak boleh mempermalukan siswa dengan merendahkan kemampuannya, karena setiap anak memiliki kecerdasan di masing -masing bidang.

“Era sekarang ini guru harus punya modal banyak, ini kan era yang kompleksitasnya berbeda,” tegasnya.

Amir merasa hal tersebut telah selesai karena telah ada mediasi dan wewenang pemerintah provinisi, kendati demikian PGRI Lombok Tengah siap melakukan pembinaan jika diminta.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.