Kita Harus jadi Orangtua dan Sahabat Anak

oleh -1918 Dilihat
FOTO SARAH JURNALIS KORANLOMBOK.ID Ketua TP PKK Kota Mataram / Hj. Noviani Danar Kinnastri Mohan Roliskana

LOMBOK – Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Mataram, Hj. Noviani Danar Kinnastri Mohan Roliskana meminta para orangtua khususnya para ibu-ibu untuk bisa menjadi orangtua dan sahabat untuk anak.

Selain itu, ibu-ibu saat ini harus cerdas dan tidak gaptek. Selain itu para ibu juga harus bisa menekan ego untuk menyesuaikan perkembangan zaman. Ibu sekarang juga sedang mendampingi anak remaja yang sangat keras terpaan pengaruh globalisasi informasi.

“Tentu berbeda zaman kita dulu, jadi harus lebih banyak memaklumi, ibu juga bisa lebih open minded jangan jadi orangtua yang egois,” katanya kepada media, Kamis (21/12/2023).

Baca Juga  Warga Loang Sawak Tolak Keberadaan Tambang Galian C

Menurut dia, yang peling penting saat ini bagaimana ibu juga tidak gaptek. Ini salah satu cara bisa mengawasi anak agar terhindar dari pergaulan bebas. Anak remaja sekarang lebih banyak berkomunikasi melalui alat komunikasi.

“Maka ngak boleh seperti ibu dulu, kenalakan remaja harus ibu tahu juga teriknya. Kan kita juga pernah menjadi remaja atau anak ya,” tuturnya.

Dengan perkembangan zaman saat ini, ibu juga apapun alasannya harus bisa gaul. Dia yakin, anak lebih enak nyambung berkomunikasi dengan orangtua ketika orangtua juga memahami dan bisa mendengarkan cerita dari anak.

Baca Juga  2026, Dewan Rifa’i Dorong Pemkab Bangun Puskesmas Lekor

“Iya kan, kalau nyambung kan pasti enak ketika bicara soal itu, apalah,” katanya.

 

Sisi lain, data yang diperoleh jurnalis Koranlombok.id di Kota Mataram terdapat sebanyak 30 kasus kekerasan pada anak tahun 2023. Dengan jumlah kasus tersebut, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram mendorong Pemkot Mataram agar maksimal dalam memberikan perlindungan anak, terutama dari segi pencegahan dan penanganannya.

LPA Kota Mataram menyarankan Pemkot Mataram memprioritasksn pencegahan berbagai persoalan kekerasan terhadap anak. Hal tersebut karena saat ini masih adanya kekerasan pada anak di Kota Mataram sebanyak 30 kasus.

Baca Juga  Sering Kemalingan, Pedagang di Pasar Karang Bulayak Resah

“Pemkot Mataram belum lakukan pencegahan maksimal karena sistem untuk menciptakan ruang yang nyaman untuk anak-anak membutuhkan waktu yang tidak instan,” kata Ketua LPA Kota Mataram Joko Jumadi, Jumat (6/10/2023).

Dia menilai kasus kekerasan pada anak ini masih terjadi karena kurang perhatian dari pemerintah, terutama penanganan dan pencegahannya. Selanjutnya, ia mengatakan semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat harus berperan untuk menangani dan mencegahnya. Sebanyak 30 kasus kekerasan pada anak masih didominasi kekerasan seksual dan pelakunya merupakan orang yang dikenal oleh korban.(dik/srf)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.