LOMBOK – Anggota DPRD Lombok Tengah dari Fraksi PKS, Ahmad Rifa’I membeberkan keluhan petani selama pihaknya turun ke bawah.
Dia menyampaikan dengan kondisi cuaca saat ini yang tidak menentu, membuat petani masih was-wasan. Mereka masih ragu apakah akan dapat melakukan penanaman padi atau tidak, mengingat ketersediaan air sawah masih belum maksimal. Sementara sebagian besar para petani sudah mulai melakukan penyemaian.
Anggota Dewan Dapil Kopang-Janapria ini mengungkapkan, sementara soal bantuan petani tidak ada persoalan di bawah. Dimana petani sudah menerima bibit yang disalurkan ke masing-masing kelompok tani. Dan, waktu penyalurannya dinilai sudah sesuai mengingat langsung digunakan untuk disemaikan menjadi bibit.
“Tidak seperti tahun-tahu lalu, masyarkat yang notabene sebagai petani sudah melakukan penyemaian bibit baru keluar bantuannya,” ungkapnya, (22/1/2024).
Kemudian terkait pupuk subsidi untuk petani pun sudah diterima oleh semua kelompok tani. Namun yang menjadi masalah biasanya hanya soal kecukupan atau tidak. Dan dia meyakini kalau hanya mengandalkan pupuk subsidi saja tentu tidak akan cukup.
Yang harus diantisipasi menurutnya soal kehawatiran apabila sudah masuk musim hujan tapi hujanya telat turun maka akan terjadi kekeringan di persawahan.
“Oleh karenanya semua pekasih dan P3A masing-masing desa untuk perbaiki saluran irigasi dalam rangka antisipasi kalau hujannya telat turun sementara tanaman padi sudah di taman sangat membutuhkan air irigasi,” terangnya.
Kondisi petani yang saat ini dalam proses penyemaian bibit. Dan ia berharap supaya di minggu ini, atau minggu depannya hujan sudah mulai turun secara teratur. Sehingga proses penanaman pagi tidak terkendala air.
“Harapan saya semoga saja tahu ini intensitas hujan sesuai dengan harapn masyarakat, dan tidak terjadi kekeringan di sawah mengakibatkan gagal panen,” harapnya.
“Saya sebagi perwakilan Dapil 2 Kopang-Janpria berharap semua proses pembibitan dan penanaman padi dapat lancar-lancar,” ucapnya.(nis)





