LOMBOK – Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah, Lalu Muhammad Akhyar memberikan tanggapan terkait penolakan warga lingkar Bendungan Batujai terkait rencana bakal menjadi pusat terminal penerbangan pesawat air khusus pariwisata.
Dimana, investasi ini bakal dilakukan oleh PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN Air). menurut Akhyar, investor harus menunjukkan komitmen menjaga kelangsungan aktivitas perairan dan lingkungan Bendungan Batujai.
“Rencana PT Aman Air menjadikan Bendungan Batujai sebagai hub penerbangan wisata ke Benoa, Gili, Sumbawa dan lain – lain memang menjanjikan konektivitas premium. Namun pembangunan tidak boleh mengorbankan aktivitas masyarakat. Janji investor bahwa lahan yang digunakan tidak mengganggu nelayan harus dibuktikan, bukan sekadar di atas kertas,” tegas Akhyar saat dikonfirmasi Koranlombok.id, Rabu 1 Juli 2026.
Sementara itu dalam menyelenggarakan investasi nanti, investor juga harus mengedepankan prinsip transparansi dan partisipasi sejak awal dan penolakan warga muncul bisa saja karena komunikasi yang belum maksimal.
Politikus Golkar ini berharap, setiap rencana investasi strategis seperti pembangunan dermaga dan hanggar wajib melalui sosialisasi terbuka. Begitu juga kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) harus melibatkan warga dan musyawarah dengan tokoh lingkar bendungan.
Selanjutnya, investor juga harus memastikan manfaat ekonomi langsung ke warga sekitar. Katanya, jika proyek ini tetap dilanjutkan harus ada kepastian soal prioritas tenaga kerja lokal untuk operasional dan perawatan.
Termasuk pemberian kompensasi dan perlindungan bagi nelayan atau keramba yang terdampak serta adanya tanggung jawab lingkungan dari pihak investor agar kualitas air Bendungan Batujai sebagai sumber irigasi dan air bersih tidak rusak.
Ia meminta investor mengkaji betul dampak sosial dan dampak lingkungan yang akan ditimbulkan dari usaha yang akan dijalani.
Diketahui AMAN Air berencana akan membangun hanggar dan dermaga untuk menyimpan pesawat mereka dan saat ini masih mengurus sejumlah perizinan untuk berinvestasi.(nis)





