Pemkab Loteng Dukung FGD Moderasi Beragama Dilanjutkan

oleh -3148 Dilihat
FOTO SATRIA TIM KORANLOMBOK.ID Tokoh Agama TGH. Fahrurrozi Wardi saat mengisi materi dikegiatan FGD moderasi beragama yang berlangsung di Aula PGRI Lombok Tengah, Kamis (7/3/2024).

LOMBOK – Pemerintah Lombok Tengah melalui Asisten II Setda, H. Lendek Jayadi mendukung kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Moderasi Beragama dilanjutkan. Dia melihat kegiatan ini sangat positif apalagi menyasar para generasi milenial di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Acara ini luar biasa, ini pertama kali di Lombok Tengah dan kita sangat dukung,” katanya dalam sambutan membuka FGD dan deklarasi di Aula PGRI Lombok Tengah, Kamis (7/4/2024).

Lendek juga memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang menjadi yang pertama melakukan hal positif.

Baca Juga  BNN Geledah Rumah Terduga Pengedar Narkoba 2 Kg di Desa Bunut Baok

“Kami juga berterimakasih bisa diundang dalam kegiatan ini. Tadi sediannya Pak Sekda mau membuka Cuma beliau mendadak berhalangan dan minta saya hadir di sini,” ungkapnya.

Menurut Lendek, para kaum milenial kedepan akan begitu banyak tantangan. Namun pihaknya optimis dengan kegiatan ini bisa menjadikan generasi emas Indonesia tahun 2045.

Dijelaskannya, di Lombok Tengah 99,65 persen dari 1 juta lebih jiwa mayoritas masyarakat muslim. Maka dari itu energi muslim ini harus menjadi spirit semagat konteks beragama.

Baca Juga  Ganjar Terima Masukan Kesetaraan Hak Kaum Disabilitas

“Sekali lagi kami dari pemerintah daerah mengucapkan terimkasi telah diundang,” katanya lagi.

 

Sementara itu, TGH. Fahrurrozi Wardi sebagai narasumber kegiatan FGD menyampaikan dengan tegas betapa pentingnya moderasi beragama dalam konteks menjaga keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat. Ia merincikan bahwa moderasi beragama bukanlah sekadar aturan ketat atau longgar, melainkan sebuah jalan tengah yang memastikan keseimbangan antara ketaatan agama dan kehidupan sehari-hari.

Dirinya juga memberikan contoh nyata tentang dampak negatif dari perilaku tidak moderat, seperti tindakan terorisme yang merusak tatanan sosial dan politik suatu negara. Tuan guru mengajak para peserta untuk mengadopsi prinsip Islam wasyotiah, yang mengajarkan untuk mencari titik tengah.

Baca Juga  Pemimpin Tak Boleh ‘Tong Kosong’, Pentas Teater Dimainkan Bengkel Aktor Mataram

 

Dalam kegiatan FGD ini hadir empat narasumber, TGH. Fahrurrozi Wardi Pimpinan Ponpes Nurul Yaqin Praya, H. Suparman perwakilan MUI, Muhammad  Salim perwakilan Kemenag sebagai Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren dan Kasdim 1620 Lombok Tengah, Mayor Inf Lalu Muhammad Syukur.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.