Polisi Belum Tangkap Pelaku Penganiayaan Kakak-Beradik Asal Desa Lelong

oleh -1981 Dilihat
FOTO ISTIMEWA FOR KORANLOMBOK.ID / Salah satu korban penganiayaan orang tak dikenal dari Dusun Embung Belek, Desa Lelong, Kecamatan Praya Tengah saat dirawat di Puskesmas Janapria.

 

LOMBOK – Pihak kepolisian Polres Lombok Tengah belum menangkap pelaku kasus dugaan penganiayaan yang menjadikan dua orang korban, kakak beradik asal Dusun Embung Belek, Desa Lelong, Kecamatan Praya Tengah.

Dari peristiwa yang terjadi Rabu, (20/11/2024) membuat kedua korban Restu Hidayat dan M. Fauzan Azima terluka. Kejadiaan ini terjadi di Jalan Umum Dusun Rungkang, Desa Jango, Kecamatan Janapria.

Pengakuan korban, mereka dipukul orang tak dikenal menggunakan tangan dan batu. Akibatnya, korban mengalami luka-luka di bagian kepala, tangan dan kaki. Sementara satu korban jatuh pingsan dan dilarikan ke Puskesmas Janapria.

 

Kasi Humas Polres Lombok Tengah, IPTU Lalu Brata Kusnadi mengatakan berdasarkan informas dari Kapolsek Janapria IPTU I Wayan Kariana menyampaikan jika terduga pelaku akan diperiksa di Polsek usai hari pencoblosan Pilkada serentak 2024 (hari ini, red).

Baca Juga  APS Bacaleg Marak, Ini Instruksi Bawaslu Lobar untuk Panwascam

“Mungkin minggu depan diperiksa dan dimintai keterangan di Polsek,” terang Kasi Humas Polres kepada jurnalis koranlombok.id via telepon.

Sementara itu terduga pelaku pengeroyokan yang dilaporkan ada lima orang inisial DK, AG, DG, DN, ON. Dimana terduga pelaku dari Desa Jango, Kecamatan Janapria.

“Apa motifnya masih didalami sehingga melakukan penganiayaan, perbuatan penganiayaan memang ada tapi nanti setelah memeriksa para saksi dan korban baru kita bisa berstatemen terkait motifnya ya,” katanya singkat.

 

Pengakuan korban Fauzan, dirinya sebelumnya tidak pernah ada masalah dengan orang-orang. Apalagi ini pelakunya tidak dikenal sama sekali.

Kata Fauzan, dirinya dan kakaknya telah melaporkan kasus ini ke Mapolsek Janapria. Korban berharap para pelaku dapat segera ditangkap.

Baca Juga  MotoGP Sebentar Lagi, DPRD Soroti Lombok Tengah yang Masih Gelap

 

 

Sebelumnya kasus pengeroyokan ini terjadi, Fauzan dan kakaknya bahkan sejumlah pemuda lainnya sempat menonton hiburan malam di Desa Janggawana Rabu, (20/11/2024) dini hari.

Sepulang nonton hiburan malam sekitar pukul 01.00 WITA dini hari ada sejumlah orang yang melakukan penghadangan kepada setiap orang yang melewati jalan raya atau di TKP. Sementara rekan-rekannya sudah pulang lebih dahulu.

Cerita Fauzan, dia bersama kakaknya sempat dicegat terduga pelaku. Namun satu orang dari mereka menyampaikan jika bukan orang yang mereka cari, selang berapa lama Restu sang kakak dipukul dengan batu oleh beberapa orang dan langsung terjatuh sambil mengerang kesakitan.

Sementara Fauzan juga turut dipukul di bagian kepala hingga bocor dan bersimbah darah. Beruntungnya ada sejumlah warga yang melintas dan membawa dirinya dan kakak ke Puskesmas Janapria.

Baca Juga  Diamankan Sembilan HP, Lima Orang Terduga Copet Asal Lotim

“Saya dan kakak sudah dimintai keterangan oleh pihak Polsek Janapria,” tuturnya.

Mendengar berita ini, Sekretaris Desa Jango Irham mengatakan bahwa Pemdes masih belum bisa pastikan penyebab kasus tersebut. Lebih lanjut dirinya mengaku baru pertama kali menemukan ada warga yang melakukan aksi penganiaya seperti ini.

“Tapi tumben ada kejadian seperti ini,” katanya.

Pada kesempatan itu, pihaknya atas nama Pemdes mengimbau melalui setiap kepala dusun dan anggota BKD untuk menjaga keamanan dan kondusifitas desa.

“Kalau masalah yang lain tidak pernah ada di sini,” yakinnya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.