Oleh: Nispiola Armi Angji (Mahasiswa UIN Mataram)
TRADISI Badudus adalah tradisi mandi pengantin atau siraman. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan diri secara lahir dan batin, terutama bagi calon pengantin sebelum melangsungkan nyongkolan. Badudus biasanya dilakukan sebelum acara Nyongkolan. Badudus merupakan salah satu bagian dari adat perkawinan yang dilaksanakan di daerah tertentu. Terutama di kalangan masyarakat Sasak di Lombok Tengah. Prosesi ini melibatkan penggunaan air yang telah diberi doa sebagai simbol kesucian. Masyarakat meyakini bahwa Adat Badudus ini dapat mensucikan diri pada pengantin laki-laki dan perempuan. Bertujuan untuk membersihkan jiwa dan raga, serta melindungi pengantin dari gangguan roh jahat atau sihir.
Terkait dengan proses pelaksanaan tradisi Badudus dalam masyarakat suku sasak di Desa Bunkate dapat diketahui bahwa terdiri dari beberapa tahapan kegiatan, yakni pada tahap pengambilan air, kami di Desa Bunkate harus melaksanakan pengambilan air Namanya di Lengkok Bunkate dan diiringi dengan salah satu alat musik tradisional Suku Sasak (Gendang Beleq).
Menyiapkan alat maupun bahan yang akan digunakan serta tempat melaksanakan yaitu seperti ancak (pagar kecil),kain, alat tenun tradisionl seperti ebatang, jajak, tutuk, penggulung, suri, apit-alit, lekot, dan berire, serta didepannya sudah disediakan bak yang berisi air dan daun pohon beringin, kedua pengantin menginjak ancak (pagar kecil) keluarga pengantin sebagai orang yang mengatur jalannya proses mandi pengantin (Badudus) keluarga pengantin tersebut memandikan kedua pengantin secara bergiliran yang sudah didoakan oleh ketua adat, pada saat melaksanakan bedudus kemudian diiringi dengan salah satu alat musik tradisional Suku Sasak (Gendang Beleq). Selesai pengantin di Dudus ketua adat melakukan sembeq serta doa untuk kedua pengantin.





