Mobil Damkar Banyak Tidak Layak Pakai di Lombok Tengah

oleh -1184 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Seorang petugas turun dari mobil Damkar milik Damkartan Lombok Tengah.

 

 

LOMBOK – Banyak mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Lombok Tengah tidak layak pakai. Pasalnya, rata-rata mobil Damkar yang digunakan berusia lebih dari 10 tahun.

 

Sekretaris Damkartan Lombok Tengah, Masujiadi mengungkapkan jika kondisi mobil Damkar banyak mengalami kerusakan. Dua di bengkel dan sisanya sempat bermasalah seperti, pompa air tidak berfungsi dengan baik dan ini harus ditangani oleh bengkel khusus.

“Dari tujuh unit ada dua yang siap pakai. Kendaraan kita di ITDC satu unit, di kantor satu unit dan sempat bermasalah bisa hidup mesinnya tapi pompa mengalami kerusakan,” ungkapnya kepada jurnalis Koranlombok.id, Rabu (14/5/2025).

Baca Juga  Tidak Hadir, Bupati Pathul Sentil Kades Janapria dan Bakan

 

Dibeberkan Masujiadi, terkait pengadaan armada yang direkomendasi Komisi IV DPRD berukuran lebih kecil dengan tujuan gar bisa menjangkau permukiman padat dan sempit di dalam perkotaan pihaknya tentu menyambut baik.

“Nanti spesifikasinya itu seperti kendaraan yang basicnya pikap kemudian dimodifikasi di karoseri sebagai kendaraan pemadam, mungkin kapasitas mesinnya sekitar 1500 cc begitu,” katanya.

Ia berharap pada penganggaran APBD Perubahan 2025 atau APBD murni tahun 2026, pihaknya bisa mendapatkan anggaran pengadaan dua unit mobil Damkar dengan kapasitas 3.500 liter seperti unit sebelumnya.

Baca Juga  Izin Pertambangan untuk Ormas Keagamaan, Kado Buruk dari Jokowi

 

“Minimal kita ditopang biaya rekondisi, mudahan mendapat dukungan dari TAPD dan DPRD,” harapnya.

Disamping itu, pihaknya akan fokuskan membangun dua pos di Kecamatan Batukliang dan Jonggat. Sementara disamping itu pihaknya telah mengoperasikan satu pos di Mujur, Kecamatan Praya Timur.

Kendati demikian, kata Sekdis, untuk setiap pos harus tersedia sumur bor sebagai sumber air disamping kesiapan armada kendaraan pemadam kebakaran. Setiap pembuatan sumur bor diperkirakan menelan anggaran Rp 200 juta. Disamping itu pihaknya telah sampaikan dalam rapat forum organisasi perangkat daerah bersama dengan Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Jumat pekan lalu.

Baca Juga  Belasan Anak Diduga jadi Korban Sodomi Waria di Lombok Tengah

“Paling tidak kalah penting sumber air atau sumur bor, kita tidak serta merta menempatkan unit kendaraan dan anggota di pos kalau tidak ada sumber airnya kan nanti jadi masalah dan tidak berkesinambungan itu antara lain masalah dan kendala yang kita hadapi sekarang,” tuturnya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.