Belasan Anak Diduga jadi Korban Sodomi Waria di Lombok Tengah

oleh -714 Dilihat
FOTO ILUSTRASI

 

 

 

 

LOMBOK – Belasan anak di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah diduga menjadi korban sodomi oleh seorang waria inisial Z asal Desa Mantang. Kasus ini terungkap setelah Kepala Desa Selebung, Agus Kusuma Hadi melakukan penelusuran kepada para korban.

Agus menceritakan, awal dirinya mengetahui peristiwa ini setelah adanya kunjungan kerja pada program desa Zero Anak Putus Sekolah di desa yang dia pimpin. Di sana Agus bertemu dengan korban inisial O yang mengaku putus sekolah. Berangkat dari sana, korban menceritakan apa yang menimpanya sehingga tidak melanjutkan sekolah.

 

 

“Jadi saya datangi rumahnya begitu sampai rumah ngobrol-ngobrol akhirnya O mau sekolah lagi. Darisitulah saya teringat bahwa anak-anak ini sering main ke rumah waria ini dan memang ada kecurigaan dari dan saya tanyakan tentang itu,” ungkapnya kepada media di Mapolres Lombok Tengah, Selasa 2 Desember 2025.

Baca Juga  Dorong Jalan Kabupaten jadi Jalan Provinsi

 

Setelah didalami, cerita Agus, O mengaku bahwa pernah diajak bergaul oleh Z. Mulai dari situ Kades ini lebih dalam menanyakan dan mengakui ada korban lain yang merupakan rekan-rekan korban juga mendapat perlakuan sama.

“Korban O ini mengaku diiming-imingi uang 20 ribu selesai bergaul dan O ini sudah 10 kali digauli,” cerita Kades Agus.

 

Setelah mendengar cerita dari O, Agus kemudian mengunjungi rumah korban yang lain untuk memastikan kebenaran informasi dari O.

“Setelah sampai di rumah korban lain saya tanyakan lagi korban inisial B ini dan mengaku sudah tujuh kali digauli dan setiap selesai begituaan dikasi 30 sampai 50 ribu,” bebernya.

 

 

 

Agus menyebutkan, setidaknya ada sebelas orang yang sudah menjadi korban asal Desa Selebung sejak empat sampai lima bulan terakhir ini.

Baca Juga  Hina Polisi, Mahasiswa Dibubarkan depan Kantor KPU Lotim

 

“Saya masih lakukan proses identifikasi, bisa jadi ada korban dari desa lain,” sebutnya.

 

Dari temuan ini, Agus kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Lombok Tengah. Dirinya mengaku sudah diperiksa selaku pelapor atas kasus ini pada, Selasa 2 Desember 2025.

 

“Salah satu isi dari pemeriksaan hari ini terkait dengan bagaimana saya mengetahui kejadian itu,” katanya.

 

 

 

Agus menyebutkan, pelaku Z merupakan warga dari Desa Mantang, Kecamatan Batukliang. Z bekerja sebagai tukang pangkas rambut dan rias.

 

Kades Agus menambahkan, dari pengamatannya para korban sudah ada perubahan perilaku. Sementara Z saat beraksi dengan cara merangsang para korban.

“Setelah dirangsang baru dikulum (masukan dalam mulut, red) tapi posisi bukan sodomi,” tegasnya.

 

 

Pengakuan Seorang Korban Inisial O

 

Baca Juga  Ayah Diduga Setubuhi Anak Kandungnya di Batukliang

Di temui di Polres Lombok Tengah, anak berusia 13 tahun ini mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh Z pemilik tempat pangkas rambut. Peristiwa tersebut menyebabkan korban mengalami trauma dan depresi hingga memilih berhenti sekolah.

 

 

 

Berdasarkan keterangan korban O, kejadian bermula ketika dia datang ke tempat Z untuk mencukur rambut. Namun, saat itu pelaku diduga mulai menggoda, merangkul, dan mengajaknya masuk ke dalam kamar. Korban yang sempat melawan tetapi diseret secara paksa hingga terjadi tindakan tidak senonoh.

 

Usai kejadian tersebut, korban diminta pulang oleh pelaku. Dengan kondisi ketakutan O kemudian melapor dan menceritakan peristiwa itu kepada Kepala Desa Selebung.

Akibat kejadian ini, korban mengalami depresi dan traumas. O mengaku terus merasa ketakutan dan tidak berani keluar rumah, akhirnya berhenti sekolah.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.