LOMBOK— Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Gita Aryadi menepis berita miring tentang pengunduran menjadi Sekda. Lebih-lebih isu tentang tidak mendukung pasangan Iqbal–Dinda dalam Pilgub 2024.
“Ninik saya dari Lendang Ape dan masih ada hubungan keluarga dengan dia (Iqbal, red). Isu ini tidak benar dan merupakan bentuk adu domba,” tegasnya saat podcast bersama jurnalis Koranlombok di kediamannya di Puyung, Jumat (18/7/2025)
Video Wawancara :
Gita berdalih bahwa sebagian besar anggota timnya yang masuk dalam GASMAN sekarang mendukung pasangan Iqbal–Dinda. Termasuk Gita mengungkit dirinya sempat dilaporkan ke Bawaslu terkait tudingan mengarahkan ASN ke pasangan calon nomor 3.
“Itu ada benarnya, ada juga yang tidak. Yang tidak benar adalah soal mengarahkan ASN secara formal. Saya tidak pernah melakukan itu karena saya menjaga netralitas. Tapi saya juga punya hak pilih,” katanya tegas.
Gita menyampaikan bahwa pada awalnya dia sempat berniat maju di kontestasi Pilgub, terutama ketika Iqbal–Dinda belum begitu dikenal. Gita mengklaim dukungan terhadapnya juga sempat muncul dalam forum-forum adat, seperti saat acara Sangkep Karya di Majelis Adat Sasak.
“Memang di awal sempat ada keinginan untuk mencalonkan diri, tapi saya akhirnya mundur karena berbagai pertimbangan,” jelasnya.
Terkait pengunduran dirinya, Gita menyebut bahwa keputusan tersebut diambil karena alasan etika dan aturan administratif. Dia tidak ingin memegang dua jabatan sekaligus yang bisa berdampak pada pelanggaran.
“Kalau saya terlena memegang dua jabatan dan tiba-tiba ada pemeriksaan dari Inspektorat, maka selama lima bulan ke depan, semua fasilitas yang saya gunakan harus saya kembalikan,” kata pria yang sekarang menjadi dosen di Kampus IPDN NTB itu.
Menanggapi penggantinya menjadi Sekda NTB sekarang yakni, Lalu Faozal. Gita mengibaratkannya sebagai sopir dan kernet yang menempuh perjalanan yang sama.
“Dan saya optimisme terhadap kepemimpinan Iqbal–Dinda meskipun di awal banyak menghadapi tantangan. Mudahan saya bisa diterima sebagai masyarakat biasa setelah sekian lama menghilang dari desa. Saya ingin seutuhnya menjadi masyarakat, back to basic,” tuturnya.
Gita juga dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada seluruh rekan kerja dan staf yang telah mendukungnya selama ini. Ia juga meminta maaf jika selama menjabat ada kesalahan dalam perkataan maupun tindakan.
“Saya yakin, teman-teman yang mengikuti cara kerja saya, insyaallah akan sukses,” yakinnya.(hil)





