LOMBOK – Anggota DPRD Lombok Tengah, Ahmad Supli menyebut kondisi jalan di sejumlah titik di Kota Praya banyak rusak. Sampai sekarang belum diperbaiki pemerintah.
Misalnya di simpang empat Rabithah, depan Pasar Renteng. Padahal jalan ini hampir setiap hari dilalui Bupati Lalu Fathul Bahri. Begitu juga pejabat lainnya. Belum lagi ditambah lubang cukup besar dan tak jarang mengganggu lalu lintas masyarakat.
“Saya sudah katakan berkali kali sudah menyampaikan baik di pandangan umum fraksi maupun di beberapa momen bersama pemda, saya sudah sarankan itu jadi prioritas seperti di Renteng dan lainnya,” ungkapnya kepada koranlombok.id, Selasa 23 September 2025.
Menurut Supli, soal kondisi jalan tersebut seharusnya bisa saja sebenarnya diperbaiki oleh Pemda menggunakan anggaran perawatan jalan di APBD dengan memperbaiki menutup lubang kecil di sejumlah ruas jalan sebelum menjadi lebih parah.
“Seperti ruas Jalan Bonjeruk – Perina, itu kan ada lubang lubang. Kan ada dana pemeliharaan jalan kenapa tidak itu ditutup lubang lubang itu, jadi jangan menunggu kerusakan semakin parah baru kita tangani,” katanya.
Ditambahkan Supli, dana nanti digunakan juga melihat dari urgensinya, jika masyarakat melihat jalan sebagai infrastruktur jalan sebagai hal yang vital maka pemda juga harus menyesuaikan anggaran.
“Pokoknya masyarakat taunya selesai, tidak bermasalah maka kalau sekedar tutup tutup lubang seperti di pertigaan Bonjeruk – Perina, Braim – Dakung, di depan Mispalah ke Batu Jai itu tidak memerlukan dana banyak. Kemudian pemda menginventarisir jalan yang berlubang itu dan tutup segera kan tidak banyak anggaran,” bebernya.
Selain itu juga lubang di sekitaran Jalan Muhammad Yamin, Lingkungan Kauman, Praya dikeluhkan masyarakat karena kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.
Salah satu warga sekitar, Ajip mengatakan kendati lubang di sekitar jalan depan rumahnya itu kecil tetapi cukup dalam dan menyebabkan setiap orang terjatuh.
“Ini kan tadi juga ada yang jatuh di depan,” ceritanya.
Sementara itu dirinya dan warga sekitar menandai bagian jalan yang berlubang dengan batu bata dan ranting agar dilewati oleh pemotor.
“Iya ini kan lubangnya juga hampir gak keliatan karena tertutup bayangan pohon besar, kalau malam juga gelap kan ada lampu jalan tapi kan tertutup pohon juga,” ceritanya.(nis)





