LOMBOK – Sejumlah pembalap MotoGP sempat mengkritisi Gravel Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Ada tiga pembalap yang menyoroti. Ada Joan Mir, Luca Marini dan Alex Marquez. Ketiga pembalap ini kompak mempertanyakan ada permukaan aspal dan krikil pada sirkuit. Mereka juga mengkaitkan hal ini menyebabkan juara MotoGP 2025, Marc Marquez dan Marco Bezzechi mengalami tabrakan hebat pada lap pertama pada race Minggu, 5 Oktober 2025.
Menanggapi hal ini, Direktur Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria mengatakan dirinya tidak mau menanggapi lebih lanjut dan menunggu surat resmi dari Fèdèration Internationale de Motorcyclisme (FIM) pekan depan.
“Primary reportnya sudah saya terima ya, di dalam itu ada kasus listrik sempat mati tapi hidup genset itu jadi catatan. Cuma tidak ada catatan apapun mengenai gravel, dan saat ini saya merasa belum perlu diskusi tentang gravel, tunggu satu atau dua hari atau sampai minggu depan apakah FIM menyatakan gravelnya tidak sesuai,” terangnya kepada media di Mataram, Selasa 7 Oktober 2025.
Sementara itu pendapat lain yang seharusnya area gravel tempat Marc dan Bezzechi jatuh seharusnya diaspal. Priandhi mengatakan, selama beberapa kali MotoGP digelar FIM menyatakan Sirkuit Mandalika aman dan tidak pernah meminta area itu untuk diaspal.
Selain itu pada Kamis sebelum balap, FIM telah melakukan track inspection dan telah mengeluarkan homologasi grade A dan pihak MGPA tidak bisa melakukan pembersihan, pengecatan dan hal apapun tanpa seizin dari FIM dan Dorna.
Kata Priandhi, sebelumnya soal ada areal track yang dilebarkan telah didiskusikan antara MGPA, FIM, Ikatan Motor Indonesia (IMI), Fèdèration Internationale de I”Automobile (FIA) dan atas pemotongan bagian tersebut diberikan homologasi A.
Sedangkan banyaknya pembalap Grand Prix yang jatuh pada event kemarin, pihaknya tidak dipanggil untuk melakukan penyapuan dan menurut Dorna para pembalap terjatuh karena kesalahan mereka.
“Dorna kita tawarkan pada Kamis mau gak kita cuci, tapi mereka bilang tidak usah tapi hanya divacum cleaner. Nah Jumat, Sabtu, Minggu diantara para pembalap yang jatuh ini tidak ada permintaan untuk pembersihan sirkuit,” jelasnya.
Soal setiap kali MotoGP menghadirkan juara baru selama digelar di Mandalika, kata Priandhi, apapun bisa terjadi dalam sebuah balapan yang menentukan adalah siapa yang bisa mencapai garis finish lebih dahulu.
Kendati sekelas sang juara dunia Marc Marquez belum bisa menaklukan Mandalika, banyak faktor yang bisa mempengaruhi seperti psikologis pembalap, efek kelelahan dari balapan sebelumnya dan aspek teknis lainnya juga.(nis)





