LOMBOK – Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri menegaskan telah memerintahkan staf ahli untuk menginventarisir dampak lingkungan terhadap pembangunan yang menyebabkan banjir air bercampur lumpur di Kuta Mandalika, Selasa 24 Februari 2026.
“Mereka (warga, red) tidak tau jual kemana dan kapan dijual. Bule – bule ini kan tidak minta izin ke kami makanya kita mau panggil, saya suruh kemarin staf ahli menginvetarisir penyebabnya, kita jengkel juga dan kita merasa dirugikan tapi begitulah pembangunan,” ungkapnya di kantor bupati, Kamis 26 Februari 2026.
Bupati Pathul mengaku telah turun merespons adanya genangan air bercampur lumpur di Jalan Bypass Kawasan Mandalika.
“Kami turun kita minta sama orang – orang yang memiliki alat berat itu membantu,” tegasnya.
Sementara itu diketahui sebelumnya gunung – gunung di Desa Kuta, Kecamatan Pujut merupakan tanah milik masyarakat yang telah mereka jual kepada investor untuk membangun vila, hotel dan lainnya.
Bupati mengakui jika curah hujan deras sekitar empat hari membuat 1.600 rumah masyarakat terdampak bencana banjir, seperti di Praya Timur, Pujut dan wilayah pinggiran lainnya. Selain itu terkait sejumlah jalan amblas dan terputus pihaknya telah mengerahkan petugas Sat Pol PP untuk membersihkan material banjir dan kayu tumbang.
Kondisi serupa terjadi di daerah lain, pihaknya melihat intensitas hujan tersebut dapat dicegah lewat pemungsian dan pembersihan sedimentasi drainase.
Terkait penanganan jangka panjang menurut bupati perlu diinventarisir titik – titik langganan banjir, seperti di Desa Beleka dan Kuta dan lainnya. Selain itu juga perlu adanya kesadaran masyarakat untuk bergotong royong menjaga lingkungan sekitar.
Sementara itu Kepala Dusun Rangkap I, Desa Kuta, Lalu Adnan mengatakan saat ini kondisi warga telah berangsur normal.
“Kemarin air sampai jalan raya depan sirkuit itu sekarang tinggal kita bersih bersih saja ini,” katanya.
Beruntung banjir tak menyebabkan rumah milik masyarakat mengalami kerusakan, begitu juga sejumlah homestay dan penginapan yang ditempati wisatawan.
Kadus ini berharap pemerintah segera bergerak menangani banjir dengan membuat saluran drainase di permukiman warga.
“Bagaimana menanggulangi hal ini kedepan agar menjadi contoh banjir dan longsor ini,” katanya lagi.(nis)





