LOMBOK – Banjir melanda Desa Awang, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Sabtu 27 Desember 2025. Wilayah terdampak 80 persen dengan 300 kepala keluarga.
Dimana genangan air mengepung 5 dusun, yakni Dusun Awang Balak 1, Awang Balak 2, Awang Balak 3, Awang Kebon, dan Awang Asem.
Kepala Desa Awang, Swarna, menegaskan bahwa banjir tidak menimbulkan kerusakan pada fasilitas umum maupun rumah warga. Meski demikian, genangan air menyebabkan warga tidak bisa beraktivitas, terutama untuk kebutuhan domestik dan ekonomi.
“Untuk fasilitas yang rusak tidak ada, hanya tergenang air saja. Akibatnya, warga tidak bisa melakukan aktivitas seperti memasak, mencari nafkah, serta akses jalan tidak bisa dilalui,” ujar Swarna saat dikonfirmasi Koranlombok.id via telpon, Sabtu 27 Desember 2025.
Swarna mengungkapkan bahwa banjir tersebut disebabkan oleh penyumbatan sampah di sungai, mulai dari hulu hingga hilir. Menyikapi hal itu, pemerintah desa langsung turun melakukan penanganan darurat.
“Pemerintah Desa langsung terjun bersama BPD dan kadus membersihkan kali agar air tidak tersumbat,” ungkapnya.
Ia juga menghimbauan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya pada aliran air dan selokan.
“Saya menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan selalu menjaga selokan agar tidak tersumbat lagi,” kata Swarna.
Di akhir pernyataannya, Swarna menyebut pihak desa akan segera melakukan koordinasi dengan BPBD dan berharap warga tidak sampai harus mengungsi.
“Secepatnya kami konfirmasi ke pihak BPBD. Mudah-mudahan warga tidak perlu mengungsi,” tutupnya. (hil)





