LOMBOK – Cuaca ekstrem akhir-akhir ini menyebabkan 520 kepala keluarga (KK) terdampak di Kabupaten Lombok Tengah. Sementara tiga jembatan ambruk, 37 pohon dan 12 tiang listrik tumbang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Ridwan Maruf menyebutkan banjir terjadi di beberapa titik dan kondisi terparah di Kecamatan Praya Barat Daya.
“Paling parah di Praya Barat Daya dibandingkan dengan Pujut. Namun kondisi ini sudah bisa kita lokalisasi, termasuk di Lenser, dan beberapa titik sudah kita atasi,” klaimnya saat dikonfirmasi Koranlombok.id, Kamis 22 Januari 2026.
Ridwan menyampaikan, BPBD Lombok Tengah telah melakukan asesmen sebagai langkah awal penanganan bencana. Termasuk menyalurkan bantuan logistik serta bantuan stimulan bagi masyarakat yang rumahnya rusak.
“Wilayah Jonggat juga termasuk rawan, terutama di Desa Puyung dan Jelantik. Sementara di Kecamatan Pringgarata terdapat dua desa, yakni Desa Murbaya dan Pemepek, yang dilaporkan terdapat rumah warga yang mengalami kerusakan,” bebernya.
Berdasarkan data sementara BPBD, peristiwa cuaca ekstrem yang terjadi pada 20 hingga 21 Januari 2026 ini mengakibatkan lebih dari 520 KK terdampak. Selain itu, tercatat sekitar 12 rumah mengalami kerusakan.
“Kami tidak bisa merincikan seluruh kejadian karena sifatnya masif. Namun penanganan terus dilakukan. Pak Bupati juga telah memerintahkan lima organisasi perangkat daerah (OPD) untuk turun langsung ke lokasi terdampak,” katanya.
Untuk penyaluran bantuan, sejumlah OPD telah menggelontorkan bantuan darurat kepada masyarakat. BPBD Lombok Tengah juga telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi serta menyampaikan laporan ke pemerintah pusat dengan status tanggap darurat guna mempermudah proses penyaluran bantuan.
Ridwan menegaskan, dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa. Namun, satu orang sempat terseret arus banjir dan telah berhasil ditemukan.
Kemudian untuk perkiraan kerugian BPBD tidak bisa menghitung sampai disitu, ada teknis yang menghitung dan untuk langkah dari BPBD bagaimana pemulihan kepada masyarakat.
Selain rumah warga, katanya, sejumlah fasilitas umum juga terdampak. Di antaranya beberapa pondok pesantren di Kecamatan Jonggat dan Janapria yang saat ini masih dalam tahap asesmen.
Dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Berdasarkan prakiraan cuaca, potensi hujan diperkirakan masih berlangsung hingga satu minggu ke depan, yakni sampai 27 Januari 2026. Potensi cuaca hidrometeorologi diprediksi dapat terjadi hingga Maret 2026.(hil)





