LOMBOK – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah, Lalu Rahadian mengatakan pada tahun anggaran 2026 pihaknya hanya bisa melakukan perbaikan jalan satu ruas jalan Kidang – Bilelando, Praya Timur dengan anggaran Rp 1 miliar. Kata Rahadian, idealnya setiap 1 kilometer anggaran yang dibutuhkan 3,5 miliar. Hal ini disebabkan pemotongan dana transfer pusat ke daerah yang terpangkas Rp 429 miliar.
Dengan anggaran yang minim, Rahadian mengaku bersyukur jika ruas jalan tersebut dapat diperbaiki sepanjang 200 meter. Tapi terkait ini, pihaknya masih menunggu hitungan final biaya yang dibutuhkan.
“Untuk anggaran tahun ini kita hanya bisa mengerjakan satu ruas, itupun tidak tuntas,” terangnya kepada koranlombok.id di ruang kerjanya, Senin 26 Januari 2026.
Dari total ruas 810 kilometer jalan kabupaten, yang mantap hanya 75 persennya. Sementara tinggal 200 kilometer yang belum kondisi mantap, paling tidak secara kasar biaya yang dibutuhkan untuk menuntaskan kondisi jalan tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp 700 miliar, belum termasuk anggaran pemeliharaan.
Tapi sejumlah alternatif pembiayaan yang akan diusulkan PUPR, yakni melalui inpres jalan daerah (IJD) atau sistem reimburse yang pengerjaannya dilakukan dahulu oleh Pemkab baru nanti akan dibayarkan oleh Pemerintah Pusat.
“Sudah kita usulkan semua ya kita tinggal berdoa semoga pusat memperhatikan, karena IJD ini semua daerah juga menginginkan karena semua daerah juga dipotong (anggaran, red),” bebernya.
Selain itu kemungkinan selain bersurat juga akan melakukan audiensi ke pemerintah pusat, temasuk meminta solusi ke Komisi V DPR RI yang mewakili masyarakat NTB.(nis)





