”MANDALIKA UNTUK SIAPA? MASYARAKAT LOKAL ATAU INVESTOR?”

oleh -850 Dilihat
Sumber ilustrasi: Aslinews.id

 

 

 

Penulis: Yuni Sucitawati (Mahasiswa UIN Mataram)

 

PEMBANGUNAN kawasan wisata Mandalika di Lombok Tengah menjadi salah satu simbol perkembangan sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat. Pemerintah mengembangkan Mandalika sebagai destinasi wisata unggulan yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian daerah. Pemerintah dan pihak pengelola membangun berbagai fasilitas seperti hotel, jalan, dan sarana wisata modern untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, perkembangan tersebut menimbulkan pertanyaan penting, yaitu apakah pembangunan Mandalika benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat lokal atau justru lebih menguntungkan para investor.

Investor memiliki peran besar dalam pengelolaan kawasan Mandalika. Investor membangun berbagai fasilitas wisata dengan modal yang besar dan sistem pengelolaan yang modern. Perusahaan besar menguasai sebagian besar usaha pariwisata di kawasan tersebut sehingga mereka memperoleh keuntungan ekonomi yang lebih besar. Sementara itu, masyarakat lokal sering hanya berperan sebagai pekerja dengan penghasilan yang terbatas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa posisi masyarakat lokal masih belum seimbang dibandingkan dengan investor.

Baca Juga  Wacana Pemekaran Sumbawa: Aspirasi Publik atau Agenda Elite Politik?

Pembangunan Mandalika memang membuka beberapa peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Sebagian masyarakat lokal bekerja sebagai pedagang kecil, karyawan hotel, atau penyedia jasa wisata. Namun, kesempatan tersebut belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Banyak masyarakat lokal masih mengalami kesulitan untuk mengembangkan usaha sendiri karena keterbatasan modal dan keterampilan.

Baca Juga  Kerajinan Membuat Kain Tenun Khas Desa Sade

Selain itu, kenaikan harga tanah di kawasan Mandalika juga menjadi masalah baru bagi masyarakat lokal. Harga tanah yang semakin tinggi mendorong sebagian masyarakat menjual lahan mereka kepada pihak luar. Keadaan tersebut menyebabkan masyarakat kehilangan aset yang sebelumnya menjadi sumber penghidupan mereka. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, masyarakat lokal dapat tersingkir dari wilayahnya sendiri.

Menurut pendapat saya, pembangunan kawasan Mandalika seharusnya memberikan manfaat yang lebih adil bagi masyarakat lokal dan investor. Pemerintah perlu memberikan perlindungan serta dukungan kepada masyarakat lokal melalui pelatihan usaha, bantuan modal, dan kesempatan kerja yang lebih luas. Selain itu, pemerintah juga perlu melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan sektor pariwisata agar mereka tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri.

Baca Juga  Penataan Daerah Pemilihan DPRD Kabupaten: Menakar Harapan Stakeholder dan Kebijakan KPU

Dengan demikian, kawasan Mandalika seharusnya berkembang bersama masyarakat lokal. Keberhasilan pembangunan Mandalika tidak hanya diukur dari banyaknya investor yang datang, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat lokal secara nyata.

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.