LOMBOK — Balap lari liar pada malam bulan Suci Ramadan begitu marak. Hal ini juga ditemukan di Lombok Tengah. Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto menantang para pelari yang ada di Pulau Lombok bahkan NTB berani adu kecepatan di area yang telah disiapkan depan Mapolres. Pembukaan lomba ini digelar Sabtu malam, 14 Maret 2026.
Sementara lintasan lomba lari yang digunakan, Polres menyulap ruas jalan di depan Mapolres menjadi lintasan sprint sepanjang 100 meter. Event itu diberi nama Runmadhan Kapolres Cup dan diikuti ratusan pelari. Sementara babak puncak dijadwalkan berlangsung Minggu malam, 15 Maret 2026.
Sesuai data, terdapat 282 peserta ambil bagian. Mereka datang dari berbagai daerah di NTB. Mulai dari Kabupaten Dompu, Sumbawa, Kota Mataram, hingga sejumlah wilayah di Pulau Lombok.
Kapolres saat membuka event mengatakan, kegiatan ini digelar untuk menyalurkan minat masyarakat terhadap olahraga lari. Menurut Eko, selama ini sebagian anak muda memilih berkompetisi secara sembunyi-sembunyi di jalan umum.
“Kami ingin menyediakan ruang yang aman dan terbuka bagi mereka yang punya hobi berlari,” katanya.
Polisi berharap para pelari yang sebelumnya kerap menggelar lomba lari tanpa izin bisa beralih mengikuti kegiatan resmi seperti ini.
Kapolres menyampaikan, pihaknya selaku panitia telah menyiapkan hadiah jutaan tunai dengan total puluhan juta rupiah. Juara umum berhak membawa pulang hadiah sekitar Rp2,5 juta disertai piagam penghargaan. Selain itu, juara pertama mendapatkan Rp 1,5 juta, juara kedua Rp 1 juta, dan juara ketiga Rp 750 ribu.
“Jadi pemenang dari semua kategori akan kita adu kembali untuk mencari juara umum,” ujarnya.
Untuk menjaga persaingan tetap seimbang, peserta dibagi dalam beberapa kategori, usia bawah 15 tahun, remaja usia 15 hingga 20 tahun, kategori senior di atas 20 tahun, serta kategori wanita.
Selanjutnya, para pemenang dari seluruh kategori juga direncanakan akan diberangkatkan ke Bali untuk mengikuti event Kemala run.
“Kita kumpulkan mereka hari ini untuk mendapatkan prestasi sekaligus mencari bibit sprinter dari Lombok Tengah,” kata Eko.
Kapolres menilai kegiatan tersebut bukan hanya sekadar hiburan selama Ramadan. Ia berharap ajang ini dapat melahirkan bibit atlet lari dari Lombok Tengah maupun NTB.
Menurut dia, kegiatan serupa direncanakan menjadi agenda tahunan setiap bulan Ramadan. Lintasan yang digunakan saat ini juga akan dibenahi bahkan diperpanjang agar dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai jogging track.(hil)





