Sembilan Rumah Tiba-tiba Rusak di Kuta, Pemilik Masih Mengungsi

oleh -397 Dilihat
FOTO ISTIMEWA / Petugas BPBD, pihak kepolisian bersama warga saat melihat salah satu rumah warga yang rusak, Rabu 25 Maret 2026.

 

 

LOMBOK — Sembilan rumah warga di Dusun Emate, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah tiba-tiba rusak. Akibatnya, sembilan kepala keluarga masih mengungsi sampai sekarang di tempat yang aman.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Ridwan Ma’ruf mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan dan asesmen terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan.

“Ada sembilan unit rumah yang rusak akibat faktor cuaca, tanah bergerak atau dugaan likuifaksi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tapi akses menuju lokasi cukup sulit. Kami juga mengkhawatirkan masih ada sekitar 30 kepala keluarga yang tinggal di bawah area tanah yang amblas ini, sehingga kami mengimbau masyarakat di sekitar lokasi untuk tetap berhati-hati,” ungkapnya saat dikonfirmasi Koranlombok.id, Jumat 27 Maret 2026.

Baca Juga  Pelantikan 50 Anggota DPRD Lombok Tengah, Setwan Bakal Undang 1000 Tamu

 

Ridwan menjelaskan, peristiwa tanah tersebut terjadi sekitar Februari 2026. Namun kejadian itu baru diketahui setelah laporan diterima pada Senin 23 Maret 2026. Setelah menerima laporan, tim BPBD Lombok Tengah langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan sekaligus menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi warga terdampak.

 

Selain sembilan rumah yang rusak berat, BPBD belum dapat memastikan adanya kerusakan pada fasilitas umum karena tim masih fokus pada penanganan rumah warga yang terdampak.

Baca Juga  Okupansi Hotel di Mandalika Turun Drastis, Banyak Tamu Asing Check-out

 

“Untuk nilai kerugian belum bisa kami hitung secara pasti. Namun yang jelas, sembilan rumah tersebut mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak ditempati,” bebernya.

 

Ridwan menambahkan, kerusakan rumah terjadi secara tiba-tiba akibat pergerakan tanah di sekitar permukiman. Beberapa bangunan mengalami retakan hingga sebagian roboh.

 

“Tembok dan atap rumah warga rusak secara tiba-tiba akibat pergerakan tanah,” ujarnya.

 

Permukiman warga di Dusun Emate berada di kawasan perbukitan yang cukup jauh dari pusat desa dengan akses jalan yang sulit dijangkau. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi petugas dalam melakukan penanganan di lapangan.

Baca Juga  Puteri Mandalika NTB 2023, Ni Luh Putu Ayu Hariyani

 

BPBD Lombok Tengah hingga kini belum dapat memastikan penyebab pasti peristiwa tanah amblas tersebut. Menurut Ridwan, diperlukan penelitian lebih lanjut oleh pihak ahli untuk memastikan apakah kejadian itu dipicu oleh faktor lingkungan, kondisi tanah, atau fenomena geologi seperti likuifaksi.

 

“Apakah ini benar mengarah ke likuifaksi atau karena faktor lingkungan lainnya, masih perlu penelitian lebih lanjut,” katanya.(hil)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.