Diskominfo Loteng Telusuri Aplikasi Kencan Sesama Jenis

oleh -279 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lombok Tengah / Lalu Herdan

 

 

LOMBOK – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lombok Tengah, Lalu Herdan mengatensi sejumlah aplikasi pertemanan yang digunakan untuk perilaku penyimpangan seksual sesama jenis. Herdan akan melaporkan hal tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI yang memiliki kewenangan untuk bekerjasama dengan penyedia layanan aplikasi tersebut.

 

“Ini perlu kita dalami, karena untuk menghentikan atau memutus itu kita harus lapor ke Komdigi, karena mereka yang punya wewenang untuk itu, nanti datanya itu kita minta dan kirim ke Komdigi,” terangnya kepada media, Senin 18 Mei 2026.

 

Selama ini, belum ada laporan dari masyarakat soal adanya aplikasi yang digunakan untuk hal negatif, sementara ini pihaknya belum memiliki kemampuan mendeteksi aplikasi dan situs – situs website tertentu seperti situs porno dan judi online. Untuk tindakan awal pihaknya akan menelusuri dahulu penggunaan sejumlah aplikasi yang dimaksud tersebut baru kemudian dilaporkan ke Komdigi.

Baca Juga  Badan Pemeriksa Keuangan Puji PLN

 

Sementara itu hal ini perlu dideteksi sedini mungkin, Pemkab berharap di lingkungan sekolah smartphone milik para siswa bisa dititipkan ke para guru mengingat adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomr 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak.

 

“Jadi kita harapkan dari sekolah ditetapkan anak-anak tidak boleh awa andphone ke sekolah, aau selama jam pelajaran dititip,” katanya tegas.

 

Selain itu Komisi IV DPRD Lombok Tengah telah mengusulkan pembuatan shelter untuk memberikan perlindungan anak dan wanita korban kekerasan baik fisik ataupun seksual, soal hal ini ucap Herdan hal itu sudah diperhatikan dan sedang diupayakan oleh Pemda.

 

Diketahui kekerasan seksual di lingkungan Pondok Pesantren lagi – lagi terjadi. Terkait hal ini Anggota Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Nurul Adha mengatakan merasa kecewa dan miris terhadap oknum guru pelaku kekerasan seksual kepada empat orang santri di salah satu Ponpes di Kecamatan Pujut.

Baca Juga  Komisi III Soroti Keberadaan Penyedia Layanan Internet di Lombok Tengah

 

Dirinya mengatakan jangan sampai masyarakat menganggap pendidikan Pondok Pesantren yang salah dalam kasus ini karena ulah jahat satu oknum.

 

Lebih lanjut justru mengapresiasi langkah pimpinan Ponpes yang segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

 

Sambung politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, pendidikan adab dan budaya yang baik atau akhlakul kharimah sangat penting diajarkan dan diterapkan, terlepas di pendidikan umum ataupun agama seperti Ponpes Mengingat kekerasan seksual bisa menimpa siapa saja baik anak, wanita ataupun pria dewasa.

 

“Sekarang kita melihat bahwa pendidikan akhlak ini sudah luntur, nah ini penyebab segala – galanya,” ucapnya.

 

Peran guru Bimbingan Konseling (BK) di setiap jenjang pendidikan harus bisa melakukan tindakan pencegahan dan antisipasi terhadap kerentanan yang dihadapi oleh anak. Jangan hanya bertindak setelah masalah terlanjur terjadi.

Baca Juga  Ini Daftar 118 Kades Dapat ‘Bonus’ Perpanjangan Masa Jabatan di Lombok Tengah

 

Peran semua pihak baik masyarakat secara luas, orang tua dan pemerintah dalam mengawasi bidang pendidikan sangat penting, sehingga jika semua pihak bersatu menurutnya hal yang mencoreng demikian tidak akan terjadi.

 

Soal kabar bahwa korban kekerasan seksual tersebut mengidap penyakit menular seksual, dirinya menegaskan bahwa Pemda harus segera merealisasikan usulan soal pembuatan shelter atau rumah aman untuk melakukan rehabilitasi.

 

Dirinya berharap dengan adanya kejadian ini, Pemda memberikan perhatian dan pengadaan shelter tersebut bisa direalisasikan pada tahun ini, karena sebenarnya untuk pengadaan tidak perlu menggunakan anggaran yang besar mengingat banyak aset Pemda Loteng yang mangkrak tak terpakai bisa difungsikan sebagai sarana tersebut.

 

“Ini yang saya mohon ke Pemda, supaya shelter ini harus. Nah ini dia kalau sudah terjadi sekarang, dimana kita harus melakukan rehabilitasi,” pungkasnya.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.