Dewan Supli Minta Pemprov NTB Buka Hasil Kajian Terkait Kereta Gantung

oleh -240 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID Anggota DPRD Lombok Tengah / H. Ahmad Supli

 

 

LOMBOK – Anggota DPRD Lombok Tengah, Ahmad Supli angkat bicara soal penolakan proyek kereta gantung menuju Gunung Rinjani oleh Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal.

 

Kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, masyarakat juga perlu diberitahukan bagaimana hasil kajian secara komperhensif yang sebelumnya pernah dilakukan, baik dampak baik serta buruknya.

 

Kata Supli, melalui kajian dampak lingkungan tersebut nantinya akan terungkap, bagaimana untung rugi dampak pembangunan proyek itu terhadap kelestarian alam.

 

“Kalau saya lebih ke kajian komperhensif dahulu, masyarakat jangan disuguhkan mau atau tidak mau dahulu, terus iya atau tidak, jadi sampaikan ke masyarakat dampak positifnya apa, dampak negatifnya apa,” tegasnya kepada jurnalis Koranlombok.id.

 

Baca Juga  KNPI Akan Kawal Pembangunan di Lombok Tengah

Diketahui rencana pembangunan kereta gantung telah lama dibicarakan bahkan sejak masa pemerintahan Suhaili FT di Lombok Tengah dan mulai direalisasikan pada masa pemerintahan Gubernur NTB, Zulkifliemansyah.

 

Supli juga menyayangkan dengan adanya penolakan tersebut, kesempatan daerah mendapatkan peluang investasi untuk kemajuan ekonomi dan pariwisata yang mungkin juga memiliki dampak besar terhadap kelestarian alam menjadi terhambat. Sedangkan selama ini pengembangan potensi wisata di Lombok Tengah paling banyak di wilayah selatan.

Baca Juga  Pemerintah Tutup Mata, Warga Batunyala Tanam Pohon Pisang di Jalan Provinsi

 

Menurut dia, sangat penting bagi Pemprov NTB membeberkan hasil kajian dampak lingkungan secara komperensif agar tidak terkesan program dari rezim tertentu.

 

“Jadi program ini kan milik kita semua, ini kan terkesan jadi milik rezim kan, jangan ego sektoral. Saran saya sih kajian itu diberikan, jangan-jangan dampak positifnya juga lebih banyak gitu kan,” ucapnya.

 

Kendati demikian  dirinya juga memberikan saran cara lain untuk mengembangkan potensi ekonomi, investasi dan parwisata di bagian selatan Lombok Tengah tersebut.

Baca Juga  Pansus II RDP Bersama ITDC, Godok Ranperda Insentif dan Kemudahan Investasi

 

Salah satunya dengan cara Pemda Lombok Tengah mendorong komunitas masyarakat petani sekitar untuk diberikan pembinaan terkait pengolahan dan pengemasan komoditas dengan nilai ekonomis tertentu. Seperti kegiatan para petani kopi di Desa Karang Sidemen.

 

Selain itu pengembangan jalur pendakian ke Gunung Rinjani melalui Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara juga ungkapnya semoga bisa dikembangkan lebih lanjut.

“Apa saja bentuk potensi bisa dikembangkan harus dilakoni demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.