LOMBOK – Anggota DPRD Lombok Tengah, Ahmad Supli angkat bicara soal penolakan proyek kereta gantung menuju Gunung Rinjani oleh Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal.
Kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, masyarakat juga perlu diberitahukan bagaimana hasil kajian secara komperhensif yang sebelumnya pernah dilakukan, baik dampak baik serta buruknya.
Kata Supli, melalui kajian dampak lingkungan tersebut nantinya akan terungkap, bagaimana untung rugi dampak pembangunan proyek itu terhadap kelestarian alam.
“Kalau saya lebih ke kajian komperhensif dahulu, masyarakat jangan disuguhkan mau atau tidak mau dahulu, terus iya atau tidak, jadi sampaikan ke masyarakat dampak positifnya apa, dampak negatifnya apa,” tegasnya kepada jurnalis Koranlombok.id.
Diketahui rencana pembangunan kereta gantung telah lama dibicarakan bahkan sejak masa pemerintahan Suhaili FT di Lombok Tengah dan mulai direalisasikan pada masa pemerintahan Gubernur NTB, Zulkifliemansyah.
Supli juga menyayangkan dengan adanya penolakan tersebut, kesempatan daerah mendapatkan peluang investasi untuk kemajuan ekonomi dan pariwisata yang mungkin juga memiliki dampak besar terhadap kelestarian alam menjadi terhambat. Sedangkan selama ini pengembangan potensi wisata di Lombok Tengah paling banyak di wilayah selatan.
Menurut dia, sangat penting bagi Pemprov NTB membeberkan hasil kajian dampak lingkungan secara komperensif agar tidak terkesan program dari rezim tertentu.
“Jadi program ini kan milik kita semua, ini kan terkesan jadi milik rezim kan, jangan ego sektoral. Saran saya sih kajian itu diberikan, jangan-jangan dampak positifnya juga lebih banyak gitu kan,” ucapnya.
Kendati demikian dirinya juga memberikan saran cara lain untuk mengembangkan potensi ekonomi, investasi dan parwisata di bagian selatan Lombok Tengah tersebut.
Salah satunya dengan cara Pemda Lombok Tengah mendorong komunitas masyarakat petani sekitar untuk diberikan pembinaan terkait pengolahan dan pengemasan komoditas dengan nilai ekonomis tertentu. Seperti kegiatan para petani kopi di Desa Karang Sidemen.
Selain itu pengembangan jalur pendakian ke Gunung Rinjani melalui Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara juga ungkapnya semoga bisa dikembangkan lebih lanjut.
“Apa saja bentuk potensi bisa dikembangkan harus dilakoni demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(nis)





