LOMBOK – Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah, Lalu Muhammad Akhyar angkat bicara terkait kebutuhan anggaran sebesar Rp 1,484 miliar untuk pelatihan 212 pelaksana tugas kepala sekolah.
Kata Akhyar, penganggaran untuk ini akan dibahas pada penyusunan APBD Perubahan 2026 dan harus diprioritaskan oleh Pemkab. Menurut dia, cara memperoleh dana dibutuhkan ini dengan menggeser pos – pos anggaran yang tidak terlalu urgent.
“Kalau ada program yang bisa dipending pada tahun ini, ya mungkin ini bisa,” katanya kepada Koranlombok.id, Jumat 22 Mei 2026.
Akhyar optimis pada target pendapatan daerah selanjutnya akan mengalami peningkatan dari tahun – tahun sebelumnya, sehingga kedepan semua program akan bisa dibiayai oleh APBD tanpa harus melakukan efisiensi ataupun mengorbankan program lain.
Sebelumnya soal banyaknya lowong posisi kepala sekolah di Lombok Tengah karena keharusan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) tersebut, maka harus diperhatikan oleh Pemda untuk membuat sistem kaderisasi guru pengisi lowongan jabatan itu.
“Perlu ada persiapan itu agar jangan sampai berlarut, karena kita punya guru sekian banyak masak gak ada yang mempuni pasti ada,” yakinnya.
Wakil Bupati Lombok Tengah, Muhammad Nursiah mengatakan pihaknya telah disurati oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI untuk segera melalukan pelatihan bagi kepala sekolah.
“Kami diberitaukan oleh Kepala Dinas Pendidikan ada surat dari Kemendikdasmen untuk segera dipastikan status kepala sekolah yang masih Plt untuk menjadi definitif,” kata Nursiah, Senin 4 Mei 2026.(nis)





