Air PDAM Berubah jadi Hijau dan Berbau, Warga: Kami Bayar 200 Ribu Sebulan

oleh -98 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID/ Begini kondisi air sungai di Desa Penujak, Praya Barat, Lombok Tengah. Air berubah warna diduga dampak limbah PDAM.

 

LOMBOK – Sejumlah warga Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah mengeluhkan ketika mengetahui air dari perusahaan daerah air minum (PDAM) berubah warna jadi hijau. Selain berwarna, air milik perusahaan daerah ini juga berbau.

 

Kondisi ini diketahui setelah adanya video ramai dibagikan netizen di sosial media. Video diketahui diposting akun Facebook @Baiq_Detha dan @Desi_R_Dedez. Dalam unggahan itu, terlihat air yang keluar dari keran warga berwarna hijau. Hasil penelusuran media terlihat di sepanjang sungai Desa Penujak air berubah warna menjadi hijau, air ini diduga tercemar limbah dari pengolahan PDAM.

Salah satu warga Dusun Karang Dalem, Desa Penujak, Pathul membenarkan adanya perubahan warna air dari PDAM. Ia mengungkapkan fenomena  tersebut sudah berlansung sekitar tiga minggu. Bahkan kejadian ini terjadi setiap tahun ketika musim kemarau. Mengapa bisa terjadi?

Baca Juga  Embung Bidadari, Ketua BPD Minta Pemdes Saba Memperhatikan

 

“Memang benar untuk airnya itu berwarna keruh (hijau) dan mengeluarkan bau pekat tapi waktu dibuka keran saja sekitar beberapa menit kemudian kembali putih, ” ungkap Pathul, Rabu 29 Juli 2026.

Selain itu, Pathul mengungkapkan bahwa tarif yang dikenakan PDAM kepada warga berkisar 200 ribu per bulan. Dia menyayangkan tarif tersebut karena pelayanan dan kondisi air PDAM jarang normal. Apalagi malam hari air mati di wilayah setempat.

“Memang benar sampai 200 ribu kita bayar per bulan namun ketika malam hari sering mati air makanya kita bantu dengan sumur bor,” bebernya.

Terpisah, Kepala Desa Penujak, Lalu Suhartono yang dikonfirmasi membenarkan fenomena tersebut.“Memang kemarin itu warnanya hijau keruh itu setiap tahun terjadi. Kalau kondisi sekarang belum dibersihkan, tidak layak bahkan akan menimbulkan nanti penyakit,” yakinnya di hadapan media.

 

Suhartono juga membenarkan kondisi infrastruktur yang memprihatinkan, pipa-pipa milik PDAM terpantau sudah terkelupas dan berkarat.

Baca Juga  Tersisa 100 PPPK Paruh Waktu di Lombok Tengah, Ditargetkan Rampung Bulan Ini

“Nah itu makanya kita akan koordinasi dengan PDAM masalah itu tapi untuk limbah ini juga yang akan kita koordinasikan dan yang penting masalah limbah ini, kasihan warga masih memanfaatkan air sungai,” keluhnya.

Kades Penujak menambahkan, PDAM sudah membuat tempat pembuangan limbah. Akan tetapi, sampai saat ini masih belum dimanfaatkan.

 

“Kasihan juga masyarakat karena masih memanfaatkan sungai,” katanya.

Ditambahkan Kades, sekitar enam dusun yang terdampak akibat limbah dengan jumlah KK  700.

“Ada Dusun Adong, Karang Dalem, Tongkek, Karang Data, Toro dan Mantung,” beber Kades.

 

Kades menambahkan, besaran tagihan PDAM yang harus dibayar warga meski kualitas air buruk juga sejak lama dikeluhkan warga.

“Untuk tarif bayar air tergantung pemakaian katanya, kalau banyak pemakaian ya banyak juga bayarnya, ” tuturnya.

Baca Juga  Gara-gara Sendal Hilang, Jalan Keluar Masuk Ditembok Beton

Suhartono menduga, tingginya tagihan ini diduga kuat akibat kebocoran pipa yang biayanya justru dibebankan kepada masyarakat melalui meteran yang tetap berputar meski air tidak mengalir.

Dengan kondisi ini, kata Suhartono, banyak warga membuat sumur bor demi memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari hari.

Disamping itu, Kades juga mengungkapkan bahwa akibat dari pembuangan limbah ke sungai terjadi perusakan lingkungan yang kondisi air yang mengakibatkan sebagian warga tidak lagi memakai air sungai untuk mencuci dan memenuhi kebutuhan sehari hari.

Kades berharap, pihak PDAM tetap melakukan kontrol kebersihan air dan untuk pembersihan juga sebaiknya dilakukan setiap beberapa bulan.

“Kita menghimbau juga kepada PDAM supaya ketika bocor harus turun juga,” pintanya.

Sampai berita ini diturunkan, pihak PDAM belum ada yang memberikan respons atas konfirmasi jurnalis Koranlombok.id.(hil)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.