Direktur Bambang Klarifikasi, Air PDAM Berubah jadi Hijau dan Berbau

oleh -50 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Direktur Perumda Tirtha Ardhi Rinjani Lombok Tengah (Bambang Supratomo)

 

LOMBOK – Direktur Utama PDAM Tirta Adiya Rinjani, Bambang Supratomo mengklarifikasi video viral terkait air PDAM berubah warna hijau dan berbau di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat.

Dalam keterangannya, Bambang membenarkan air PDAM berwarna hijau keruh. Tapi ia menegaskan tidak semua warga di Desa Penujak mengalami kejadian serupa.

 

“Betul itu terjadi, setelah saya minta dicek namun itu tidak semua warga mengalami hal yang sama ya dek, ” tegasnya kepada  media via telepon, Rabu 29 Juli 2026.

 

 

Bambang menjelaskan, penyebab air keruh karena kondisi air baku saat musim kemarau yang relatif kering kemudian karena di perpipaan itu ada endapan sedimentasi namun tidak semua warga yang terdampak.

Baca Juga  Sidak Tempat Wisata di Lombok Tengah, Nursiah Minta Jaga Kebersihan

 

“Jadi agak ijo memang karena memang faktor air baku tapi bukan berarti ndk diolah, tidak semua karena kita sudah cek ke pelanggan hanya beberapa,” dalihnya.

Terkait dengan tarif yang disebut warga tinggi, Bambang malah mempertanyakan data, sebab semua sudah ada ketentuan terkait tarifnya.

“Datanya darimana yang begitu, kalau tidak pernah memakai dan juga yang mengatakan begitu harus punya dasarnya, tidak bisa kita pakai asumsi,” tegasnya.

Baca Juga  Warga Awang Asem Tolak Pembangunan Alfamart, Kades Ikut Tandatangan

 

Bambang menjelaskan, setiap pemakaian air itu ada watermeter. Maka, nanti ketika bayar sesuai dengan pemakaian.

 

“Tidak bisa kita pakai asusmi kan. Tidak ada kaitannya dengan pipa bocor atau hal lain karena watemeter tidak ada kaitannya dengan pipa dan juga watemeter itu diuji keakurasiannya setiap waktu biar tidak merugikan siapapun. Jadi kalau dia bayar 200 ribu saya pikir ini kan harus dicek dulu kebenarannya,” kata Bambang.

Terkait limbah yang dibuang ke sungai, Bambang menegaskan limbah tersebut sudah tidak dibuang lagi ke sungai.

Baca Juga  Tak Kunjung Dilantik, Bagaimana Nasib 800 PPPK Paruh Waktu Lombok Tengah?

“Untuk limbah memang sudah isu lama  dari puluhan tahuan dan saya sudah menyelesaikan itu dan sudah tidak dibuang lagi,” tegasnya.

 

Terkait air sungai yang berwarna hijau di Desa Penujak, Bambang membatah jika itu dampak limbah PDAM.”Tidak ada kaitannya dengan limbah, jangan samakan limbah PDAM dengan pabrik,” sebutnya.

 

Ia juga mengungkapkan saat ini PDAM sedang memikirkan agar bagaimana kedepan tidak ada endepan sendimentasi dan kejadian seperti itu.

“Tentu kita sedang memikirkan hal itu, dan membutuhkan dana yang besar untuk melakukan revitalisasi,” pungkasnya.(hil)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.