Polda NTB Tanam 10 Ribu Pohon Antisipasi Perubahan Iklim, Kekeringan Hingga Degradasi Lahan

oleh -57 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID/ Kapolda NTB berserta jajaran dan Forkopimda Lombok Tengah melakukan penenaman pohon di bukit 360 Mandalika pada Jumat, 14 Agustus 2026.

 

 

LOMBOK — Sebagai bentuk langkah antisipasi nyata terhadap ancaman perubahan iklim, kekeringan, hingga degradasi lahan. Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) bersama jajaran menggelar aksi penghijauan serentak dengan menanam 10.000 pohon berkayu serta tanaman mangrove di kawasan Mandalika, Lombok Tengah pada Jumat, 14 Agustus 2026 yang difokuskan di bukit 360 sirkuit Mandalika.

 

 

Kepala Polisi Daerah (Kapolda) NTB, Irjen. Pol. Kalingga Rendra Raharja mengungkapkan, aksi tanggap lingkungan ini dilakukan untuk mengantisipasi isu global, mulai perubahan iklim, berkurangnya ruang terbuka hijau, pencemaran lingkungan, banjir, cuaca ekstrem, dampak fenomena El Nino, hingga krisis air bersih.

Menurut kapolda, aksi penanaman dipusatkan secara simbolis di kawasan Bukit Mandalika dan wilayah pesisir Pantai Mandalika (Gerupuk).

Adapun pohon-pohon yang dipilih merupakan jenis pohon berkayu seperti pulai, beringin, asam, dan trembesi. Pohon-pohon ini secara khusus ditanam untuk mengikat air tanah. Sementara untuk wilayah pesisir pantai, penanaman difokuskan pada jenis pohon bakau.

 

“Antisipasi dari isu global dan perubahan iklim ini perlu kita lakukan secara nyata. Kegiatan penanaman pohon ini insyaAllah secara rutin akan kami laksanakan dua kali dalam sebulan,” katanya di lokasi.

Baca Juga  Kader Gerindra Loteng Keluar, Ditegaskan Tak Ada Masalah Internal

Selain itu, pembangunan sumur bor dan pemeliharaan rutin selain penanaman pohon berkayu, sebagai tindakan antisipasi jangka pendek terhadap dampak kekeringan yang berkepanjangan.

 

“Kami bersama Bupati Lombok Tengah, Kapolresta , Dandim, dan unsur Muspida setempat juga telah memulai pembangunan beberapa titik sumur bor. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perhatian nyata kepada masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih,” katanya.

Mengenai pemeliharaan tanaman, Kapolda menjelaskan bahwa di area Mandalika dan beberapa titik lokasi penanaman lainnya telah disiapkan saluran air. Distribusi air tersebut disalurkan melalui kerja sama dengan pihak PDAM maupun dari internal PT Mandalika (ITDC).

Ia juga mengungkapkan, terkait pemilihan lokasi di Bukit Mandalika bahwa Mandalika merupakan destinasi wisatawan internasional unggulan yang rutin menggelar ajang balap dunia MotoGP setiap tahunnya.

 

Isu kelestarian lingkungan hidup di destinasi internasional menjadi perhatian utama. Apalagi, pada tanggal 13 hingga 15 Oktober mendatang, kawasan ini akan kembali menggelar balapan MotoGP, Moto2, dan Moto3. Ajang balap ini dipastikan menyedot animo tinggi dari masyarakat, terlebih dengan hadirnya pembalap asal Indonesia seperti Mario Aji di kelas Moto2 dan Veda Eka Pratama di kelas Moto3.

Baca Juga  Kebakaran di Bukit Anak Dara, 95 Hektare Lahan Ludes

 

 

Polda NTB juga mengintruksikan 1.166 personel Bhabinkamtibmas yang bertugas di 1.160 desa/kelurahan di 117 kecamatan dan 10 kabupaten/kota se-NTB untuk turun langsung ke warga.

Selain Bhabinkamtibmas, terdapat 6.772 petugas Polmas yang turut dikerahkan untuk memberikan imbauan secara masif kepada masyarakat agar bergotong-royong menjaga keasrian lingkungan dan menanam pohon di wilayahnya masing-masing.

“Jika kesadaran itu tumbuh, program ‘Indonesia Asri’ yang dicanangkan Bapak Presiden Republik Indonesia bisa terwujud, kita mulai dari NTB dan khususnya dari Mandalika yang kita cintai bersama,” terangnya.

Kemudian mengenai dinamika terkait isu klaim atau sengketa lahan warga di kawasan Mandalika, Kalingga  menegaskan bahwa pihaknya telah mengedepankan langkah-langkah preemtif dan preventif. Jajaran Forkopimda yang terdiri dari Kapolresta, Bupati, Dandim, Kajari, Ketua Pengadilan, bersama pihak ITDC mengaku sangat kompak untuk menyelesaikan setiap persoalan melalui pendekatan kekeluargaan dan musyawarah.

 

 

Sementara itu, menanggapi target 145 ribu penonton MotoGP, Kapolda memastikan skema pengamanan telah dirancang secara matang jauh-jauh hari. Rapat koordinasi menyeluruh telah dilakukan bersama Pemda, Korem, Polda, Kodam, hingga ITDC.

Baca Juga  Peras Korban Hingga 180 Juta, Polisi Tangkap Oknum Pengacara Asal Lombok Tengah

“Berapapun jumlah penontonnya, kita sudah lakukan antisipasi melalui rencana pengamanan dan rencana operasi. InsyaAllah pada saat pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan gelaran MotoGP,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri  menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepemimpinan Kapolda NTB.

Pathul mengungkapkan mengenai tantangan di lapangan, terutama terkait persoalan klaim lahan oleh masyarakat yang sering menjadi penghambat penanaman di area perbukitan tertentu.

“Ada persoalan karena ada persoalan tanah kalau kita menanam sembarangan ada masalah dengan masyarakat. Masyarakat masih mengklaim. Kalau yang diklaim itu lalu kemudian kita masuk sembarangan kita bisa salah salah nanti,” ungkapnya.

Bupati menjelaskan, terdapat sekitar 45 hektar lahan di dalam kawasan Mandalika yang memang harus segera ditanam kembali.

Meskipun sebelumnya telah ada sekitar 24.000 pohon yang tertanam, penambahan 2.500 pohon tersebut di Bukit 360. “Karena ini cukup luas dan bisa berdampak cukup besar terhadap lingkungan kita di Lombok Tengah,” yakinnya.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.