Warga Sade Dirikan Tenda, Inaq Aris: Saya Mau Tidur di Sini

oleh -45 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Sejumlah warga Dusun Adat Sade, Desa Rembitan mendirikan tenda di atas eks bangunan rumah mereka yang terbakar.

LOMBOK – Warga Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah terlihat mulai mendirikan tenda menggunakan atap terpal dan tiang bambu. Warga mendirikan tenda tepat di eks bangunan rumah adat yang terbakar.
Kurmia alias Inaq Aris mengatakan, ia sengaja mendirikan tenda di atas tanah lokasi rumahnya yang terbakar untuk menampung sejumlah barang dan bantuan yang diberikan oleh para donatur. Selain itu agar tidak terlalu lama menumpang di rumah saudara pascainsiden kebakaran.

banner 1080x1350

“Tiang (saya, red) tidur sementara tinggal di rumah adik, kalau ada tenda mau tidur di sini biar tidak terlalu kita lama numpang,” ungkapnya kepada media, Kamis, 27 Agustus 2026.

Katanya, jika nantinya akan dibangun ulang rumah ia menolak jika dibangun menggunakan material modern seperti genteng dan lain sebagainya. Dia hanya ingin kondisi rumahnya dibangun seperti waktu semula, beratap ilalang dan berdinding anyaman bambu.

Baca Juga  6.500 Nelayan di Lombok Tengah Bakal Menerima BLT

Ia mengakui jika pihaknya mendapatkan beragam bantuan seperti bahan sembako, kompor dan alat memasak sejak hari kedua musibah kebakaran. Namun bantuan yang sangat dibutuhkan sekarang uang tunai agar bisa cepat untuk membeli bahan bangunan yang diperlukan.

“Harapan kami semua di sini semoga cepat dibangun rumah seperti semula saja,” ucapnya.

Jika nanti pemerintah daerah yang akan melakukan pembangunan rumah masyarakat, ia tidak mempersoalkan. Namun dirinya ingin melihat seperti apa rencana akan dibangun.
“Kalau pemerintah yang mau buat kan tidak tau konsepnya mau bagaimana seperti model apa, yang tau rumah itu mau dibuat ya cuma orang lokal aja,” sentilnya.

Salah seorang warga Dusun Sade lainnya Imah juga mendirikan tenda di atas sisa pondasi rumahnya yang terbakar. Wanita yang tinggal bersama suami dan cucunya itu mengatakan, untuk pembangunan rumah nanti kemungkinan mengandalkan bantuan yang datang.

Katanya, karena banyak bantuan yang mengalir setiap harinya dari masyarakat yang berempati kepada mereka, dirinya yakin bisa membantu masyarakat Dusun Sade.
Terkait model pembangunan rumah, ia sama dengan warga lainnya agar dipertahankan bentuknya menggunakan atap ilalang dan dinding dari anyaman bambu.
“Kalau keinginan kita sih harus sesuai seperti dulu,” katanya.

Baca Juga  Salat Id Akan Terpusat di Masjid Agung Lombok Tengah

Imah berharap pemerintah juga bisa memberikan bantuan alat tenun untuk kelangsungan hidup mereka, ia bercerita alat tenunnya telah diwariskan oleh orangtuanya selama empat generasi dan sangat sulit untuk dibuat dizaman saat ini. Sebab, menggunakan kayu dari pohon tertentu.
Melalui alat tenun yang telah habis hangus terbakar itu, Imah mengenang bagaimana dirinya mengajarkan cara menenun kepada setiap wisatawan yang berkunjung.

Sementara, saat berkunjung ke lokasi kebakaran Rumah Adat Sade, Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaeda mengatakan terkait rekonstruksi bisa cepat terealisasi dan harus melibatkan masyarakat sekitar berdasarkan adat dan awik – awik yang berlaku sesuai budaya mereka. Selain itu kedepan perlu ada mitigasi untuk mengantisipasi bencana serupa.
Untuk penggunaan dana bantuan tak terduga (BTT) untuk rekonstruksi, menurut dia DPRD NTB masih perlu bertemu dengan Gubernur Iqbal untuk mendiskusikan.

Baca Juga  Pernah Dijadikan Tersangka Oleh Jaksa, Kontraktor Ini Akhirnya Buka Semua di Sini

“Kami belum bertemu dengan Pak Gubernur, kami ingin tau konsep gubernur seperti apa,” kata Isvie.

“Saya kira bantuan yang diberikan pemerintah itu mereka hanya meminta bahan – bahan, siapkan yang terbaik. Jangan sampai diberikan bantuan tetapi tidak mencukupi dan tidak bagus,” sambungnya.

Keinginan masyarakat untuk membangun rumah mereka secara mandiri, dan khawatir bantuan dari pemerintah lama diberikan. Terkait hal ini, kata Isvie, perlu dikolaborasi antara kemauan masyarakat dan pemerintah. Apalagi proses birokrasi yang dianggap tak segampang untuk mengakomodir hal tersebut, namun jika itu keinginan masyarakat maka harus dicarikan solusi yang baik.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.