LOMBOK – Sekretaris Komisi III DPRD Lombok Tengah, Ki Agus Azhar membeberkan hasil rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Perumahan dan Penataan Permukiman (Perkim) termasuk Dinas PUPR pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Pertama terkait air mancur, Komisi III menyerankan agar dibuat tidak di dalam taman seperti di simpang empat IPDN atau simpang Tiga Dara Praya.
Pada rapat itu, Perkim meminta anggaran sebesar Rp 1,2 miliar untuk perbaikan air mancur di Alun – alun Tastura. Tapi Komisi III masih mempertimbangkan permintaan tersebut.
“Kalau air mancur itu lebih bermanfaat untuk direhab atau diperbaiki ya silakan, lebih baik dialokasikan untuk program rumah tak layak huni,” tegasnya.
Sementara itu Komisi III juga telah melakukan RDP dengan Dinas PUPR pada tahun ini lewat APBD Perubahan 2026 mendapatkan anggaran Rp 7 miliar untuk sambungan rumah dari SPAM Mandalika yang diharapkan sebagai penyertaan modal daerah oleh Perumda Tirtha Ardhia Rinjani.
Sedangkan untuk perbaikan jalan kabupaten ada tiga ruas yang diajukan Dinas PUPR dalam rapat, ruas jalan Pengadang – Beraim, Penujak – Mangkung dan satu ruas di wilayah sekitar Kecamatan Janapria dengan anggaran kurang lebih Rp 10 miliar.
“Seharusnya lebih dari itu karena banyak yang hearing tapi bersyukurlah saat ini bisa tiga ruas, daripada tahun lalu hanya bisa satu ruas kalau untuk tahun 2027 angin segar kita bisa dapatkan mudah – mudahan semua jalan yang rusak bisa tercover,” harapnya.
Sementara soal bangunan Becingah Agung Masmirah yang digunakan pertama sebagai venue MTQ tingkat Provinsi NTB 2026, Pemkab berhutang sebesar Rp 800 juta dan akan dibayar melalui APBD perubahan.
“Sistemnya dikerjakan dahulu kemudian dibayar pada APBD perubahan ini, tapi nggak masalah itu untuk Lombok Tengah,” katanya tegas.
Kendati baru dibangun sejumlah titik bangunan terlihat retak, soal kondisi ini Ki Agus berharap bangunan tersebut dirawat dengan baik.
Namun lebih lanjut dirinya meminta Pemda agar memperhatikan keberadaan Becingah Adiguna yang berada di Alun – alun Tastura agar ini juga diperbaiki, karena masih digunakan sebagai pusat penyelenggaraan event.
“Acara seremonial yang paling pas itu di becingah sini bukan di kantor bupati, kalau di sana kan cocok acara yang sekupnya besar, tapi kalau event – event usahakan di Becingah Adiguna supaya ada guna,’’ pungkasnya.(nis)







