LOMBOK – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau membuat 16 penerbangan terdampak pada Seni, 7 September 2026 di Bandara Zainuddin Abdul Madjid.
Berdasarkan NOTAM A3368/26, operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali dilakukan penutupan sementara (Aerodrome Closed) pada Senin, 7 September 2026 hingga pukul 18.00 WIB.
“Kondisi tersebut berdampak pada 16 penerbangan dengan status pembatalan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) dari maskapai Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Batik Air, Super Air Jet, Pelita Air, dan TransNusa,” terang, General Manager Angkasa Pura BIZAM, Aidhil Philip Julian.
Sementara itu sebelumnya pada Minggu, 6 September 2026 sebanyak 19 penerbangan reguler berjadwal dengan total 2.263 penumpang dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) terdampak karena mengalami pembatalan penerbangan.
Sebagai bentuk kepedulian kepada penumpang yang terdampak, pihak otoritas BIZAM memastikan penanganan penumpang melalui Service Recovery Activation (SRA) hingga Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dinyatakan kembali dibuka.
“Bentuk layanan tambahan yang kami berikan antara lain dengan pemberian makanan dan minuman ringan di area check in serta asistensi staf bandara bagi penumpang terdampak. BIZAM terus berkoordinasi dengan maskapai dan stakeholder terkait serta memantau perkembangan kondisi operasional penerbangan,” katanya.
Philip mengatakan, pihaknya memberikan imbauan untuk memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai serta juga dapat menghubungi Contact Center Angkasa Pura Indonesia di nomor telepon 172 untuk mendapatkan informasi terkini.(nis)





