Terjebak Erupsi Gunung Krakatau, Pathul Ceritakan Perjuangan Pulang ke Lombok

oleh -993 Dilihat
FOTO ISTIMEWA DISKOMINFO LOTENG / Bupati Lombok Tengah / Lalu Pathul Bahri

 

 

LOMBOK – Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri menceritakan bagaimana dirinya harus berjuang menempuh 10 jam lebih agar bisa pulang dari Jakarta ke Lombok dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Semua penerbangan di Bandara Udara Soekarno Hatta, Tangerang menuju Bandara Lombok ditutup.

Cerita ini disampaikan Pathul dalam sambutannya acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Becingah Agung Masmirah, Rabu 9 September 2026.

Pathul mengatakan, dia baru tiba pagi di Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid setelah berhasil terbang dari Bandara Ngurah Rai, Bali karena sebelumnya kehabisan tiket Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

 

Bupati berada di Jakarta karena sebelumnya menghadiri pelantikan sebagai Wakil Bendahara Umum pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Baca Juga  Waspada Pohon Tumbang dan Abrasi di Kota Mataram

 

“Tiang ini baru datang dari bandara langsung ke sini, di mobil saya ganti celana dengan sarung belum sarapan. Kalau saya hitung sudah enam hari tinggalkan tempat ini karena terjadinya gunung meletus,” tuturnya di dalam sambutan.

Karena adanya erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, tiket yang sebelumnya telah dibeli hangus. Ia terpaksa dari Jakarta ke Surabaya melalui jalur darat sekitar sembilan sampai 10  jam.

Kemudian sesampainya di Surabaya penerbangan menuju Lombok juga masih belum bisa, ia terpaksa harus ke Bali menggunakan jalur darat namun tiket penerbangan ke Lombok penuh.

Baca Juga  MUI Tegaskan Pria Berbusana Perempuan di Karnaval Kemerdekaan Haram

 

“Tadi banyak teman DPR Provinsi teman saya satu pesawat rupanya mereka juga baru bisa terbang dari Bali kemudian sampai di Lombok,” ceritanya.

 

Pathul merasa bersyukur Gunung Rinjani tidak menunjukan aktivitas erupsi seperti gunung berapi lainnya dan masyarakat semua masih diberikan keselamatan dan itu merupakan rahmat yang diberikan Allah SWT.

 

“Syukur tidak meletus Gunung Rinjani, syukur meletus kecil – kecil dan bukan besar, kalau meletus besar semua orang akan mati,” katanya.

 

Dalam sambutannya, bupati juga mengungkapkan betapa beruntung umat manusia karena kelahiran Nabi Muhammad SAW sehingga acara peringatan ini penting karena bisa bertatap muka dengan masyarakat.

Bupati menukil sebuah hadits bahwa Allah SWT menciptakan langit dan bumi karena Muhammad SAW, sehingga seluruh kejadian dan peristiwa alam sudah tertulis oleh pencipta.

Baca Juga  Satu Tewas di Tempat, Ini Identitas dan Kronologis Kecelakaan Beruntun

 

“Siang dan malam sudah diciptakan seperti ini, malam kita beristirahat dan siang kita mencari nafkah itu sudah tertulis. Sampai seluruh yang ada di alam ini sudah tertulis, lapisan bumi juga sudah tertulis, jarak bumi dan langit juga telah tertulis, semua itu karena penyebab Rasul, oleh karena itu kehadiran pelungguh sami terimakasih,” ucapnya.

 

Di penghujung acara, Pathul berharap generasi Lombok Tengah selanjutnya bisa berkontribusi terhadap pembangunan, bukan hanya fisik tetapi juga mental.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.