LOMBOK – Warga Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah mempertanyakan janji perusahaan Sapo Developments yang bakal memberikan bantuan Rp 2 miliar kepada warga Sade yang menjadi korban kebakaran pada Sabtu, malam 22 Agustus 2026. Sampai sekarang bantuan 2 miliar dijanjikan pihak Sapo sampai sekarang belum diterima warga.
“Yang terjadi sekarang kita saling tuding dan saling tanya. Bahkan sekelas Asisten II Setda Gubernur juga bertanya ke kami apakah dana itu sudah masuk atau belum. Pada saat (pihak Sapo, red) menyerahkan secara simbolis itu banyak juga Forkopimda Lombok Tengah serta bupati yang menyaksikan dan kita juga sudah telusuri ke pemerintah daerah tapi mereka bilang belum ada juga, bahkan mereka meminta ke kami untuk mengawal kalau memang sudah ada agar diinformasikan kepada mereka. Sampai detik ini, hari ini uang itu belum ada,” tegas Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rembitan Lalu Alamin kepada Koranlombok.id via telepon, Rabu 9 September 2026.
Alamin sekaligus Ketua Solidaritas Warga Inter Mandalika mengatakan, pada saat penyerahan simbolis pihak Sapo Developments sempat meminta nomor rekening kampung. Namun, setelah diberikan rekening tersebut tidak digubris ataupun dilihat.
Katanya, dampak publisitas penyerahan bantuan Rp 2 miliar tersebut justru merugikan masyarakat Dusun Sade. Salah satunya memicu kenaikan harga bahan material berlipat ganda. Tidak hanya itu, klaim bantuan memicu enggan para donatur lain untuk menyalurkan bantuan kepada warga Sade karena menganggap kebutuhan warga telah tercukupi.
“Efek negatif dari pemberitaan bahwa Sade menerima sumbangan 2 miliar itu adalah naiknya harga bahan material. Seperti satu ikat alang-alang yang awalnya Rp 60 ribu naik jadi dua sampai tiga kali lipat dan juga para donatur yang ingin menyumbang dengan angka kecil merasa enggan karena menurut mereka sudah tercukupi dari segi sumbangan,” tegasnya.
Alamin menambahkan, pihaknya telah melakukan pengecekan secara berkala di bank maupun berkoordinasi dengan Pokdarwis setempat, namun dananya belum kunjung keluar.
“Sudah kita cek tidak ada bahkan hampir setiap hari kita cek ke bank belum keluar juga. Akhirnya saya kita pertanyakan ke Pemda karena sempat ada yang bilang dari pihak Sapo developments dananya sudah di Pemda waktu ada yang cari ke kantor Sapo,” ungkapnya.
Atas kondisi ini, warga menuntut agar pihak Sapo bersikap jujur dan memperjelas status dana tersebut kepada publik. Jika bantuan tidak ada, pihak Sapo diminta untuk menarik kembali pernyataannya.
“Yang jelas kita butuh Sapo datang kembali untuk menjelaskan apa yang mereka janjikan, kami juga butuh penjelasan sehingga publik tahu apakah benar ada atau tidak ada dana,” jelasnya.
Sekda: Intinya Sapo Developments Sudah Siapkan Dana 2 Miliar
Terpisah, Sekretaris Daerah Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya mengungkapkan bahwa pada prinsipnya Sapo Developments sudah siap untuk memenuhi komitmennya dengan catatan rekening publik sebagai penampung, rencana penggunaan untuk rekonstruksi.
“Itu yang disampaikan dan ada beberapa catatan lainnya yang dipertanyakan, kami sampaikan terkait hal tersebut kita akan diskusi dulu bagaimana mekanisme penggunaan dana hingga sampai distribusi,” tegas Sekda kepada awak media, Rabu 9 September 2026.
Firman menambahkan pada intinya Sapo Developments sudah siap untuk menyumbangkan dana senilai 2 miliar. “Intinya Sapo Developments sudah siap,” katanya.(hil)





