Pembangunan Hub dan Terminal Pendaratan Pesawat Amfibi di Batujai Hilang Kabar

oleh -604 Dilihat
FOTO DIKI WAHYUDI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Terlihat seorang nelayan sedang menangkap ikan menggunakan alat seadanya di sekitar proyek pembersihan eceng gondok di Bendungan Batujai, Selasa (10/6/2025).

 

LOMBOK — Rencana pembangunan hub dan terminal pendaratan pesawat amfibi (seaplane) yang akan memanfaatkan kawasan Bendungan Batujai, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah hilang kabar. Sampai detik ini belum ada kejelasan kapan dibangun.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya menegaskan, pemerintah kabupaten (Pemkab) posisinya dalam proyek ini murni sebagai fasilitator dan regulator untuk mendukung masuknya investasi.

 

 

“Sekarang proses-proses yang sedang berjalan ini berada di wilayah investor, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Perhubungan,” ungkap Firman Wijaya kepada Koranlombok.id, Jumat 11 September 2026.

Baca Juga  Setiap Tahun Kasus Narkoba Meningkat di Lombok Tengah

Firman menjelaskan, seluruh tahapan teknis pendaratan pesawat amfibi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme perizinan di tingkat pusat. Pemkab berada dalam posisi menunggu hingga seluruh persetujuan resmi diterbitkan oleh kementerian terkait.

 

“Posisi pemerintah daerah adalah menunggu persetujuan-persetujuan yang sedang diikhtiarkan oleh investor di kementerian tadi. Kita memfasilitasi apa yang direncanakan investor, tidak ada anggaran dari APBD yang dikeluarkan, murni pure dari investor,” tegasnya.

 

Firman juga menanggapi adanya penolakan dari warga dan nelayan di lingkar Bendungan Batujai yang mengkhawatirkan mata pencaharian mereka hilang. Sekda meminta masyarakat untuk tetap tenang.

Baca Juga  Jelang Ramadan, Harga Kebutuhan Pokok Naik

“Sosialisasi dipastikan bakal digelar setelah dokumen perizinan resmi diterbitkan,” katanya.

Firman menambahkan, kehadiran seaplane di Bendungan Batujai diproyeksikan dapat mendongkrak konektivitas serta Sektor Pariwisata di Pulau Lombok. Transportasi udara alternatif ini dinilai menawarkan experience baru bagi para wisatawan yang berkunjung.

 

“Tujuannya tentu menambah aksesibilitas wisatawan yang berkunjung ke Lombok. Ini memberi pengalaman berbeda dari penerbangan konvensional di bandara. Apalagi dari sisi infrastruktur pendukung, seaplane ini tidak sekompleks bandara konvensional,” bebernya.

Baca Juga  Respons AJI Mataram Ketika Humas ITDC Intervensi Wartawan

Ditambahkan Firman bahwa seluruh proses regulasi dan kejelasan perizinan dapat tuntas pada tahun 2026 ini. Dengan demikian, pengoperasian penerbangan seaplane  diharapkan sudah bisa terealisasi pada tahun 2027.

 

“Saya berharap sih 2026 ini sudah ada kejelasan. Nah, masalah operasionalnya kalau sudah semua jelas, ya di 2027 harapannya sudah bisa operasional,” harapnya.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.