MRS 2026 Putaran Empat Dimulai, Pertamina Komitmen Dukung Lahirnya Pembalap Muda

oleh -282 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Ketiga pembalap race kedua juara Mandalika Racing Series (MRS) 2026 putaran keempat kelas National Sport 150 cc saat berfoto di atas podium, Sabtu 19 September 2026.

 

 

LOMBOK – Sebanyak 108 pembalap muda mengikuti ajang Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 putaran keempat di Sirkuit Internasional Mandalika pada Jumat, 18 sampai Minggu, 20 September 2026.

 

Sementara itu ada empat kelas Kejurnas pada event balapan ini, National Sport 150 (NS150) diikuti 16 pembalap, National Sport 250 (NS250) diikuti 29 pembalap, Supersport 600 (SS600)  diikuti 4 pembalap serta di Indonesia Junior Talent Cup U-15 (IJTC) sebanyak 31 pembalap. Sementara di kelas pendukung yakni Underbone 150 ada 10 pembalap dan Junior Sport 250 U-18 ada 18 pembalap.

 

Manager Corporate Brand PT Pertamina (Persero), Raden Panji Adhitiyo Putera mengatakan pihaknya melalui ajang ini berupaya terus mendukung talenta muda pembalap Indonesia muncul hingga bisa bersaing di kancah internasional.

 

Raden berharap para pembalap muda dapat termotivasi dan bisa bersaing dengan pembalap luar negeri lainnya. Mengingat salah satu pembalap yang menjadi lokal heroes di ajang Moto 2 yakni, Veda Ega Pratama sebelumnya juga lahir dari ketatnya persaingan ajang MRS.

 

“Tentunya ini komitmen bagi Pertamina dalam rangka mengembangkan dunia otomotif internasional dan tentunya karena kami bergerak dibidang energi dan  tentunya berkaitan dengan bidang kami, jadi kami berharap industri ini bisa saling bersinergy,” katanya.

Baca Juga  Investasi dan Ekspor di Tengah Ketidakpastian Global: Tantangan yang Terkelola, Peluang yang Terbuka

 

Nantinya ada sejumlah pembalap lokal yang tampil di kelas Moto 2, Moto3 dan Moto 4 Asia Cup. Soal ini,  pihaknya berkomitmen untuk mensponsori kegiatan mereka dengan harapan mereka bisa berkembang lebih lanjut.

 

“Bentuk dukungan yang kami berikan berpartisipasi dalam event dan ajang seperti ini juga, termasuk juga mensponsori Pertamina Moto Grand Prix of Indonesia juga pada tanggal 9 sampai 10 November nanti,” bebernya.

 

Sementara, Ketua Pelaksana, Arif Syahbani mengatakan pada MRS 2026 putaran ke empat ini ada sejumlah regulasi baru yang diterapkan. Hal ini bertjuan untuk memberikan pemahaman bagi para pembalap bagaimana bertanding di kejuaraan intenasional yang mengacu pada aturan Federation Internationale de Motorcyclisme (FIM).

 

Terutama bagi sejumlah pembalap muda Indonesia yang akan bertanding di Moto4 Asia Cup yang digelar bersamaan dengan MotoGP di Mandalika. Sejumlah pembalap tersebut yakni Bintang Pranata Sukma, Maulana Malik, Reski YH. Ketiganya Adalah pembalap yang juga mengikuti balapan Pertamina Mandalika Racing Series.

 

“Mudahan mereka nanti setelah dari MRS ini bisa naik podium dan minimal bisa bersaing di Moto 4,” ucapnya.

 

Aturan baru yang akan diterapkan di Pertamina Mandalika Racing Series putaran keempat antara lain penambahan jumlah pembalap dari Q1 dan Q2. Pada putaran sebelumnya, hanya 10 pembalap yang lolos ke Q2 dari hasil akumulasi dua kali sesi latihan resmi, namun kali ini menjadi 14 pembalap. Sementara hasil dari Q1 yang sebelumnya diambil dua menjadi empat pembalap tercepat untuk masuk ke Q2. Aturan ini berlaku untuk kelas NS250 dan IJTC 150 U-15.

Baca Juga  Jaksa Kebut Usut Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Baju Kader Posyandu 1,8 M

 

Dispensasi mengikuti race tanpa hasil kualifikasi bila pembalap mengalami masalah teknis atau cedera saat sesi latihan. Pembalap tersebut diperbolehkan mengikuti race dengan posisi grid paling belakang dengan persetujuan Race Direction. Adapun ketentuannya adalah pembalap tersebut mencatat waktu minimal sama dengan atau lebih cepat dari 107% waktu pembalap tercepat di salah satu sesi Latihan Resmi (FP1 dan FP2).

 

Hal lainnya antara lain menyangkut soal jumlah pembalap yang start dari Pit Lane akan dibatasi maksimal 10 pembalap, jika lebih dari jumlah tersebut akan dilakukan start ulang dengan metode Quick Start.

 

Selain itu ada juga prosedur Start Warm Up bukan dari grid. Hal ini jika pembalap meninggalkan grid karena alasan apapun atau terlambat keluar dari Pit Lane untuk ikut Sighting Lap saat Lap Pemanasan. Mereka harus melakukan Start Warm-Up Lap dari Pit Lane, mengambil posisi grid mereka semula dan menjalani sanksi Double Long Lap Penalty.

Baca Juga  Warga Lombok Tengah Dilarang Bunyikan Mercon

 

Aturan lainnya terkait Prosedur Start Race bagi pembalap yang dijatuhi sanksi start dari Pit Lane. Saat balapan resmi dimulai yang ditandai dengan lampu hijau menyala, pembalap di dalam Pit Lane tetap harus diam di tempat menunggu lampu hijau di Pit Exit menyala. setelah seluruh rombongan pembalap di lintasan telah melewati tikungan Pertama (atau melewati Garis Pit Exit) dengan aman.

 

Setelah Lampu Hijau menyala, pembalap diperbolehkan memacu kendaraannya masuk ke trek, namun wajib mematuhi batas kecepatan pit (pit limiter) hingga melewati garis batas luar pit, serta dilarang keras memotong garis putih penanda (blend line) di pintu keluar pit untuk menghindari tabrakan berbahaya. Hal ini juga tetap berlaku bagi pembalap yang menjalani Warm Up Lap secara tidak sempurna, karena crash, engine trouble, dan sebagainya.

 

Serangkaian aturan – aturan tersebut ucap Arif sangat berpengaruh terhadap para pembalap mengingat di ajang selanjutnya di Moto 4, mereka bersaing dengan pembalap lain di Asia.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.