LOMBOK – Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri dalam sidang paripurna pada agenda pemberian tanggapan Pemkab atas pandangan fraksi-fraksi terkait rancangan nota keuangan APBD Perubahan 2026. Pathul  menyinggung soal penanganan rekonstruksi Dusun Adat Sade pasca musibah kebakaran beberapa waktu lalu.
“Pemerintah daerah tentunya menyampaikan duka dan rasa empati yang mendalam. Pemerintah daerah melalui perangkat daerah terkait telah bergerak cepat bersama seluruh elemen guna melakukan upaya penanganan,” katanya pada sidang paripurna, Rabu, 16 September 2026.
Bupati menjelaskan, penanganan darurat melalui pos belanja tidak terduga oleh perangkat daerah terkait Dinas Sosial, Dinas PUPR, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Untuk rekonstruksi fisik bangunan Dusun Adat Sade, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah telah melakukan konsultasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan beberapa kementerian di Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, BUMN atau BUMD, serta dengan berbagai lembaga dan perusahaan swasta,” bebernya.
Nantinya dalam menangani terbakarnya Dusun Adat Sade dengan skema pembangunan untuk fasilitas layanan umum, yakni masjid, museum, Berugak Saka Enem, dan toilet oleh lembaga dan dari CSR BUMN, BUMD, atau swasta.
Sedangkan untuk pembangunan rumah adat dari Kementerian Kebudayaan RI yang dianggarkan dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2026 serta dari hasil donasi yang terkumpul dengan mempertahankan keaslian nilai tradisi, adat budaya yang lebih mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan masyarakat dengan target penyelesaian sebelum event MotoGP pada tanggal 9-11 Oktober 2026.
Sementara itu untuk kebutuhan modal dan biaya hidup para masyarakat terdampak kebakaran telah dialokasikan juga melalui donasi, antara lain dari Kementerian Sosial RI, Bank BTN, dan bantuan alat tenun dari Kementerian Pariwisata RI.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah bersama Poltekpar dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB serta Kementerian Pariwisata RI juga telah menyusun skema pemulihan sosial dan ekonomi bagi para pelaku pariwisata yang ada di Dusun Adat Sade.
Yakni dengan pemberian bantuan alat tenun, pelatihan tata kelola, pembuatan paket virtual tour, penyediaan booth khusus di event MotoGP bagi para penenun dan pelaku seni pertunjukan.(nis)






