TGB Ajak Keluarga dan Santri Lanjutkan Perjuangan Datok Bagu

oleh -349 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Sejumlah tokoh agama dan masyarakat saat melaksanakan salat jenazah almarhum TGH. Lalu Turmudzi Badaruddin, Kamis 15 Oktober 2026.

 

LOMBOK  — Ketua Umum PB NWDI, TGH Muhammad Zainul Majdi alias TGB mengajak keluarga besar, para santri, serta seluruh penerus perjuangan Datok Bagu untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan dan pengabdian yang telah dirintis almarhum, khususnya di Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu.

Menurut TGB, salah satu kebahagiaan Datok Bagu adalah ketika perjuangan yang selama ini beliau bangun dapat terus dilanjutkan oleh keluarga, para murid, dan generasi penerusnya.

TGB berharap kepergian Datok Bagu tidak menghentikan perjuangan yang telah diwariskan. Sebaliknya, keluarga besar dan para santri diharapkan mampu menjaga serta meneruskan pengabdian beliau di pondok pesantren maupun di tempat-tempat beliau berjuang.

Mantan Gubernur NTB dua periode ini mengingatkan pentingnya menyiapkan generasi penerus yang mampu menjaga nilai-nilai kebaikan dan melanjutkan keteladanan para pendahulu.

 

 

 

Ketua ISQAHU Kenang Sosok Datok Bagu

 

 

Sementara, Ketua Ikatan Santri Alumni Qamarul Huda (ISQAHU), H. Syamsudin Umar tak kuasa menyembunyikan kesedihannya saat mengenang sosok TGH. Lalu Turmudzi Badaruddin atau yang akrab disapa Datok Bagu. Baginya, almarhum bukan sekadar guru, melainkan sosok orang tua yang membesarkan dan membimbinya.

Dia menuturkan, dirinya merasa terpukul atas kepergian sosok panutan sekaligus orangtua yang berjasa dalam kehidupannya. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, Syamsudin menceritakan sosok ulama yang dikenal bersahaja, sabar, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap pendidikan serta dakwah Islam tersebut.

Baca Juga  Wamendag Turun ke Pasar Renteng, Cek Harga Jelang Natal dan Tahun Baru

“Masya Allah. Sekali-sekali kami merasa sangat bersyukur. Beliau sosok yang luar biasa, ikhlas, dan sabar,” tutur Syamsudin saat ditemui di lokasi.

Menurut dia, Datoq Bagu menjalani kehidupan sehari-hari dengan sangat sederhana. Di tengah kesibukannya mengurus pondok pesantren dan berdakwah, almarhum juga dikenal gemar bercanda serta membagikan cerita yang menyejukkan hati dan menghibur para santri maupun murid-muridnya.

Sosok Datok Bagu memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan hidupnya. Ia mengaku tumbuh dan dibesarkan di lingkungan pesantren dengan bimbingan langsung dari almarhum.

“Kami ini yang bermukim dan mondok di sini ibarat anak yatim. Kami dibesarkan, baik secara fisik maupun spiritual, oleh beliau,” kenangnya.

Dia mengingat semangat Datok Bagu dalam membangun pondok pesantren. Meski usia almarhum semakin senja, keinginan untuk terus mengembangkan pesantren tetap kuat. Semangat dan keikhlasan tersebut menjadi teladan yang membekas bagi para santri dan alumni.

 

Kenangan lain yang masih diingat Syamsudin pada 2023. Saat itu, dia meminta izin kepada Datok Bagu untuk maju sebagai calon anggota legislatif. Namun, almarhum menyarankannya agar lebih berfokus menuntut ilmu dan melanjutkan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga  Komisi IV Pertanyakan Penyebab Gaji Guru SD dan SMP Terlambat Masuk

Beberapa hari setelah peristiwa tersebut, Syamsudin mendapat kesempatan untuk berangkat menunaikan ibadah haji. Pengalaman itu menjadi salah satu kenangan yang sulit dilupakannya.

“Pesan beliau kepada saya hanya satu, yaitu melanjutkan dan mengikuti jejak beliau dalam mengajar serta melayani masyarakat,” tuturnya.

Pertemuan terakhir Syamsudin dengan Datok Bagu berlangsung sekitar dua pekan sebelum almarhum berpulang. Saat itu, para alumni dan santri berkumpul untuk menggelar doa bersama serta istigosah di klinik tempat almarhum menjalani perawatan medis.

Datok Bagu sebelumnya diketahui menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Jakarta selama kurang lebih 3 bulan. Setelah kembali ke Lombok, almarhum kembali mendapatkan perawatan intensif akibat komplikasi dan gangguan pernapasan yang dialaminya.

 

 

Datok Bagu Dimakamkan di Samping Masjid Asrama Putri Qamarul Huda

 

Pendiri, pembina, sekaligus pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu, TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin alias Datok Bagu akan dimakamkan di samping Masjid Asrama Putri Pondok Pesantren Qamarul Huda, Desa Bagu, Jumat 16 Oktober 2026 pukul 16.00 Wita.

Baca Juga  Bawaslu Gandeng Diskominfo Kota Mataram Tangani Konten Negatif

 

 

Pemakaman di samping Masjid Asrama Putri Pondok Pesantren Qamarul Huda menjadi lokasi peristirahatan terakhir sesuai dengan hasil kesepakatan keluarga baik dari pihak laki-laki maupun perempuan.

Almarhum wafat di Rumah Sakit Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis 15 Oktober 2026 sekitar pukul 13.30 WITA. Adapun jenazah dilaksanakan dalam dua sesi. Salat jenazah pertama dijadwalkan pukul 08.00–11.00 WITA di Masjid Asrama Putri, sedangkan salat jenazah kedua berlangsung pukul 13.00–15.30 WITA di Masjid Baiturrahman Bagu. Setelah rangkaian salat jenazah, prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 15.30 WITA atau setelah salat Asar.

 

“Karena banyak pejabat serta menteri yang akan hadir besok salah satunya Menteri Pertahanan,” kata Rais Syuriah PCNU Lombok Tengah, TGH. Ma’arif Makmun Diranse kepada media, Kamis 15 Oktober 2026.

Ia mengungkapkan lokasi pemakaman tersebut berdasarkan hasil kesepakatan pihak keluarga baik dari keluarga istri maupun laki-laki dan tidak ada bantahan lagi. Ia juga mengungkapkan bahwa Datoq sempat menunjukkan  tempatnya dimakamkan beberapa tahuan lalu.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.